Tokoh Masyarakat Kupang Beri Penghargaan Tokoh Moderasi Beragama pada Rektor UINSU

Rektor UINSU, TGS KH Prof Dr Saidurrahman MA (paling kiri) berfoto bersama dengan sejumlah Rektor PTKI usai Pembukaan dan Workshoap Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 3T di Kupang (07/01/2020)

Asaberita.com-Kupang – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), TGS KH Prof Dr Saidurrahman MA, di ulosi oleh tokoh masyarakat Kupang sebagai bentuk pemberian penghargaan, dukungan dan semangat atas dedikasi Rektor sebagai tokoh yang telah mengembangkan moderasi beragama di Indonesia.

Pemberian penghargaan kepada Rektor UINSU dilakukan di sela-sela cara Pembukaan dan Workshoap Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 3T dengan tema “Peace Building Mewujudkan Moderasi Beragama dalam Membangun Indonesia dengan metode Asset Bassed Comunity Development (ABCD) yang dilaksanakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Dirjend Pendis Kemenag RI, di Asrama Haji Kupang, Selasa (07/01/2020).

Rektor UINSU, TGS KH Prof Dr Saidurrahman MA yang dihubungi via telepon selularnya, Rabu (08/01/2020), menjelaskan, KKN Nusantara 3T merupakan program Dirjend Pendis Kemenag RI dalam menempatkan mahasiswa dari berbagai PTKI di Indonesia melaksanakan kuliah kerja nyata di daerah terdalam, tertinggal, dan terluar (3T).

“Pada kegiatan ini UINSU terlibat aktif dengan mengirimkan sebanyak 4 orang mahasiswa, di mana 2 orang ditempatkan di Kupang, sedangkan 2 orang lainnya ditempatkan di Papua,” ujar Saidurrahman.

BACA JUGA :  PKB Kota Medan Salurkan Sembako Bantuan Cak AMI ke Guru Ngaji dan Imam Masjid

Rektor UINSU memaparkan, diambilnya tema moderasi beragama dalam kegiatan KKN Nusantara 3T ini, karena moderasi beragama merupakan kebutuhan riil untuk membangun bangsa agar kita memiliki pengetahuan, wawasan dan kemampuan bagaimana cara beragama yang moderat.

UINSU, lanjut Rektor, selama ini terus mensosialisasikan dan mengembangkan moderasi beragama tidak hanya terhadap mahasiswa di lingkungan kampus, tetapi juga ke masyarakat luas melalui dai-dai, BKM-BKM mesjid dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

“Islam yang moderat yang menghargai perbedaan dan toleran perlu kita kembangkan untuk menjaga 4 pilar kebangsaan dan agar dapat menghempang faham-faham radikal yang bisa mengancam persatuan dan keutuhan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, RPJMN 2020-2024 telah menjadikan moderasi beragama sebagai pilar penting yang sekaligus menjadi modal sosial dalam membangun bangsa ini. Oleh karenanya, keluarga besar PTKI harus mampu memberikan kontribusi konkret dalam membangun dan mendiseminasi moderasi beragama di masyarakat luas.

BACA JUGA :  Cegah Kasus Impor Corona, Jokowi Pantau Kepulangan TKI dari Malaysia

“Lebih-lebih, KKN kali ini mengkombinasikan antara moderasi beragama dengan Metode Asset Based Community Development (ABCD). Ini merupakan terobosan baru yang perlu diapresiasi,” ungkapnya.

Di Sumatera Utara, Rektor UINSU memang dikenal sebagai tokoh yang begitu giat dan gigih dalam mensosialisasikan deradikalisme dan moderasi beragama untuk menangkal semakin berkembangnya faham-faham radikalisme, dan gaungnya sudah me-nasional. Atas dasar dedikasi itu pulalah Tokoh Masyarakat Kupang meng-ulosi Rektor UINSU sebagai simbol memberi penghargaan, dukungan dan semangat agar dapat terus mengembangkan moderasi beragama di Indonesia.

Sebelumnya diperoleh informasi, sebanyak 127 mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di daerah terdalam, tertinggal, dan terluar (3T). (asa/hasan)

2,791 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *