Menu

Otomatis
Breaking News

Peristiwa

Warga Kartini Resah, Pedagang Kaki Lima Diduga Abaikan Kenyamanan dengan Musik Keras hingga Dini Hari

badge-check

Suasana Pedagang Kaki 5 di kawasan RTH Bantaran Sei Bangkatan di sore hari Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota. Perbesar

Suasana Pedagang Kaki 5 di kawasan RTH Bantaran Sei Bangkatan di sore hari Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota.

BINJAI — Warga Lingkungan V, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan pedagang kaki lima di kawasan taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) sepanjang bantaran Sungai Bangkatan. Aktivitas karaoke dengan suara keras yang berlangsung hingga larut malam, bahkan dini hari, dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat.

Keluhan warga dinilai beralasan. Sejumlah pedagang disebut memutar musik menggunakan perangkat karaoke portabel dengan volume maksimal, memicu ketidaknyamanan di kawasan permukiman sekitar, termasuk di Gang Amal, GVR, hingga wilayah seberang sungai di Kelurahan Setia.

“Kami mendukung penuh program Pemko Binjai yang telah membangun taman dan infrastruktur yang baik di kawasan ini. Bahkan kami juga memahami kebutuhan pedagang untuk mencari nafkah, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit. Namun, kami berharap ada rasa saling menghargai. Jangan sampai kenyamanan warga dikorbankan,” ujar Amat, salah seorang warga, Minggu (3/5/26).

Menurutnya, situasi semakin memburuk pasca Lebaran. Jumlah pedagang meningkat, diikuti maraknya penggunaan perangkat karaoke. Bahkan, muncul fenomena “perang musik” antar pedagang yang terkesan saling berlomba menaikkan volume suara tanpa memperhatikan waktu.

“Dulu saat pedagang masih sedikit, belum ada yang menggunakan karaoke. Sekarang justru semakin banyak, dan suaranya saling bersaing, seperti tidak terkendali hingga larut malam,” tambahnya.

Warga meminta Pemerintah Kota Binjai melalui kecamatan, kelurahan, serta aparat terkait seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera turun tangan melakukan penertiban. Mereka berharap ada aturan tegas terkait penggunaan pengeras suara di kawasan tersebut.

“Harapan kami sederhana, pedagang bisa tetap berjualan dengan nyaman, dan kami sebagai warga juga bisa beristirahat dengan tenang,” tegas Amat.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya turut mengingatkan agar persoalan ini segera ditangani. Ia khawatir, jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas, mengingat tidak semua pedagang berasal dari wilayah Kelurahan Kartini.

Sementara itu, Lurah Kartini, Saferina Rejeki, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026), belum memberikan tanggapan lengkap. Ia hanya menyampaikan sedang menghadiri acara pembukaan MTQ dan akan memberikan keterangan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons lanjutan dari pihak kelurahan.

(ABN/Qhusyai)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Lantik Pengurus Wilayah POKJALUH Sumut Periode 2026–2027, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Pemahaman Tupoksi Penyuluh Agama

22 Sep 2026 - 08:50 WIB

Lantik Pengurus Wilayah POKJALUH Sumut Periode 2026–2027, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Pemahaman Tupoksi Penyuluh Agama

Langkat Jadi Titik Akhir OREO Berbagi Seru, 7.000 Anak Rasakan Belajar Sambil Bermain

21 Sep 2026 - 16:34 WIB

Langkat Jadi Titik Akhir OREO Berbagi Seru, 7.000 Anak Rasakan Belajar Sambil Bermain

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

21 Sep 2026 - 14:38 WIB

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia

21 Sep 2026 - 14:28 WIB

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia

Kanwil BPN Sumut Perkuat Integrasi Data NPGT untuk Wilayah Strategis dan Pesisir

21 Sep 2026 - 14:19 WIB

Kanwil BPN Sumut Perkuat Integrasi Data NPGT untuk Wilayah Strategis dan Pesisir
Sedang Hot Sumatera Utara