Scroll untuk baca artikel
#
MedanPeristiwaSumatera Utara

Isu Pemerasan dan Ponsel Ilegal Disebut Hoaks, Rutan Tanjung Gusta Tegaskan Kondisi Aman dan Terkendali

×

Isu Pemerasan dan Ponsel Ilegal Disebut Hoaks, Rutan Tanjung Gusta Tegaskan Kondisi Aman dan Terkendali

Sebarkan artikel ini
Rutan Tanjung Gusta
Isu Pemerasan dan Ponsel Ilegal Disebut Hoaks, Rutan Tanjung Gusta Tegaskan Kondisi Aman dan Terkendali

MEDAN – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan membantah keras pemberitaan yang menyebut adanya praktik pemerasan, intimidasi, serta penggunaan alat komunikasi ilegal oleh salah satu warga binaan kasus korupsi. Setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan internal secara menyeluruh, pihak rutan memastikan informasi tersebut tidak terbukti dan tergolong hoaks.

Isu tersebut mencuat setelah beredarnya pemberitaan dan foto di sejumlah media dan media sosial yang menuding seorang mantan pejabat berinisial IS, narapidana kasus korupsi sekaligus eks Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, bebas menggunakan telepon seluler, melakukan pemerasan, hingga menguasai lingkungan rutan.

Kepala Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan, Andi Surya, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual di dalam rutan.

Pihaknya telah melakukan penelusuran melalui mekanisme check and re-check serta pengecekan langsung di lapangan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, tidak ditemukan bukti adanya pemerasan, ancaman, maupun penguasaan rutan seperti yang diberitakan. Foto yang beredar juga dipastikan bukan diambil dari kamar hunian Rutan Tanjung Gusta,” ujar Andi Surya kepada wartawan, Rabu (21/1/26).

Ia menegaskan, sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, seluruh warga binaan dilarang keras memiliki dan menggunakan alat komunikasi pribadi, termasuk telepon seluler.

“Saya pastikan, siapa pun itu, baik tahanan maupun warga binaan, termasuk Saudara IS, tidak memiliki kebebasan menggunakan ponsel pribadi di dalam rutan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kementerian ATR/BPN Raih Predikat “Informatif” dari Komisi Informasi Pusat

Sebagai sarana komunikasi resmi, Rutan Tanjung Gusta telah menyediakan Wartel Khusus Pemasyarakatan (Warterlpas) yang dapat digunakan seluruh warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga melalui jalur resmi dan terpantau petugas.

Terkait tudingan pemerasan dan intimidasi terhadap sesama warga binaan, Andi Surya menyebut hingga saat ini tidak terdapat laporan resmi maupun pengaduan dari warga binaan yang merasa menjadi korban. Situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan pun dipastikan tetap aman, kondusif, dan terkendali.

Menindaklanjuti beredarnya foto yang memicu polemik pada Selasa (20/1/2026), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara juga telah melakukan inspeksi mendadak berupa penggeledahan kamar hunian warga binaan.

Kegiatan tersebut melibatkan petugas Kanwil Ditjenpas Sumut, TNI, serta petugas rutan, dan dilaksanakan sesuai prosedur pengamanan.

“Sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban, Rutan Kelas IA Medan secara rutin melaksanakan razia dan penggeledahan kamar hunian bersama aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri,” jelas Andi.

Selain itu, Rutan Tanjung Gusta juga menyediakan Unit Layanan Pengaduan serta menjalankan program Wali Asuh Menyapa setiap hari Jumat sebagai sarana komunikasi langsung antara petugas dan warga binaan guna menyerap aspirasi dan menyelesaikan permasalahan secara resmi.

BACA JUGA :  Bupati Asri Ludin Tambunan Resmikan Royal Klinik: Deli Serdang Siap Jadi Daerah Ramah Investor

“Jika masyarakat memiliki informasi atau bukti yang valid, silakan disampaikan melalui saluran resmi. Kami pastikan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan transparansi di seluruh unit pemasyarakatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi, sekecil apa pun, akan kami tindak lanjuti dan laporkan kepada pimpinan. Kami juga mohon dukungan semua pihak agar pengelolaan lapas dan rutan ke depan semakin baik,” tegas Yudi.

Pihak Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam membina warga binaan, serta mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan fakta demi terciptanya informasi yang sehat dan dapat dipercaya oleh publik.

(ABN/Qhusyai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *