MANDAILING NATAL – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi mudik menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Banyak perantau menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun transportasi lainnya demi merayakan Lebaran bersama sanak saudara.
Perjalanan mudik yang panjang tentu dapat menimbulkan kelelahan bagi pengendara. Jika dipaksakan terus berkendara dalam kondisi lelah, hal tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang, bahkan dapat menghambat perjalanan menuju kampung halaman.
Selama ini, pemudik biasanya memanfaatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau pos pelayanan Lebaran untuk beristirahat sejenak. Namun, masjid juga dapat menjadi alternatif tempat beristirahat yang nyaman bagi para pemudik untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk sebelum melanjutkan perjalanan.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Kemenag Madina), Provinsi Sumatera Utara, merekomendasikan 17 masjid ramah pemudik yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pengendara yang melintasi jalur mudik di wilayah Madina.
Daftar 17 Masjid Ramah Pemudik di Mandailing Natal yang direkomendasikan:
- Masjid Nurul Falah – Desa Huta Raja, Kecamatan Siabu
- Masjid Nurul Baitul Amin – Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu
- Masjid Nurul Huda – Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu
- Masjid Ismailiyah – Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu
- Masjid As-Syifa – Pasar Bukit Malintang, Kecamatan Bukit Malintang
- Masjid Syuhada – Desa Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara
- Masjid Riyadussolihin – Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara
- Masjid Ismailiyah – Desa Lumban Pasir Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan
- Masjid Hj. Zulyani Lubis – Kelurahan Sipolu-Polu, Kecamatan Panyabungan
- Masjid Agung Nur Ala Nur – Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan
- Masjid Al-Falah – Kelurahan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi
- Masjid Al-Muhladin – Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kota Nopan, Kecamatan Kota Nopan
- Masjid Taqwa – Muara Tagor Tamiang, Kecamatan Kota Nopan
- Masjid Sabilal Muhtadin – Relokasi Kelurahan Muara Sipongi, Kecamatan Muara Sipongi
- Masjid Al-Abror – Desa Muara Kumpulan, Kecamatan Muara Sipongi
- Masjid Al-Ikhlas – Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal
- Masjid Al-Akhyar – Kelurahan Manisak, Kecamatan Ranto Baek.
Kepala Kantor Kementerian Agama Madina H. Maranaik Hasibuan, S.Ag., MA melalui Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Siabu Edi Agusman menjelaskan bahwa pemilihan masjid tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, di antaranya lokasi yang berada di jalur lintas Sumatera Medan–Padang, yang menjadi rute utama para pemudik dari berbagai daerah seperti Medan, Padang, hingga Jakarta.
Selain itu, masjid-masjid tersebut memiliki fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas serta kamar mandi yang bersih, sehingga layak dijadikan tempat beristirahat bagi para pemudik.
“Ini juga merupakan program dari Kementerian Agama pusat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik,” ujar Edi Agusman melalui pesan singkat, Selasa (10/03/2026).
Ia menambahkan, program Masjid Ramah Pemudik dilaksanakan secara nasional, termasuk di Kabupaten Mandailing Natal yang menyiapkan 17 masjid di sepanjang jalur lintas Sumatera Medan–Padang.
Kemenag Madina juga telah mengeluarkan surat edaran sebagai tindak lanjut hasil rapat daring bersama Menteri Agama Republik Indonesia pada 3 Maret 2026 terkait pendataan masjid ramah pemudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam surat edaran tersebut, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) diminta untuk membuka masjid selama 24 jam mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
“Kami mengimbau BKM agar menyiapkan tikar atau ambal di teras masjid, makanan ringan, minuman untuk berbuka puasa, serta kamar mandi atau toilet yang bersih,” tulis Kakankemenag Madina dalam surat edaran tersebut.
(ABN/Dedi Mulia)











