Medan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melalui Tim Kesehatan Klinik Pratama menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular Asam Urat (Arthritis Gout) bagi warga binaan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Blok T3 Lantai 2 tersebut diikuti oleh 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan turut dihadiri Kepala Seksi Perawatan beserta Tim Kesehatan Klinik Lapas Kelas I Medan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim dokter Klinik Pratama Lapas Kelas I Medan.
Dalam penyuluhan tersebut, warga binaan diberikan pemahaman mengenai penyakit Asam Urat (Arthritis Gout), mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala yang sering muncul, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Tim dokter menjelaskan bahwa asam urat merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman pada persendian apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, warga binaan diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para warga binaan tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait gejala, pencegahan, hingga pola konsumsi makanan yang dianjurkan bagi penderita asam urat.
Tim dokter memberikan penjelasan secara rinci guna meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap penyakit tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan, tim kesehatan juga melaksanakan pemeriksaan kadar asam urat kepada tiga orang warga binaan yang dipilih secara acak berdasarkan usia dan keluhan kesehatan yang disampaikan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, satu orang warga binaan menunjukkan kadar asam urat dalam batas normal, sementara dua orang lainnya memiliki kadar asam urat yang berada di atas batas normal.
Menanggapi hasil tersebut, tim kesehatan memberikan edukasi dan anjuran kepada warga binaan yang memiliki kadar asam urat tinggi untuk menjaga pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin serta mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengendalikan kadar asam urat dan mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari.
Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas Medan menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Peningkatan pengetahuan mengenai penyakit tidak menular sangat penting agar warga binaan mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui penyuluhan ini, Lapas Kelas I Medan berharap kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.











