Scroll untuk baca artikel
#
PeristiwaSumatera Utara

3.650 Pramuka Siap Berkumpul di Sibolangit, Pemprov Sumut Matangkan Jambore Daerah XI dengan Standar Keamanan Maksimal

×

3.650 Pramuka Siap Berkumpul di Sibolangit, Pemprov Sumut Matangkan Jambore Daerah XI dengan Standar Keamanan Maksimal

Sebarkan artikel ini
Jambore Daerah XI
3.650 Pramuka Siap Berkumpul di Sibolangit, Pemprov Sumut Matangkan Jambore Daerah XI dengan Standar Keamanan Maksimal

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut siap digelar dengan pengamanan, layanan kesehatan, dan dukungan infrastruktur yang maksimal.

Kegiatan yang akan diikuti 3.650 Pramuka Penggalang dari 32 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumatera Utara pada 8–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, diproyeksikan menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Jambore Daerah XI di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (3/7/2026).

Menurut Sulaiman, keberhasilan penyelenggaraan jambore tidak hanya diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi juga dari kesiapan seluruh unsur pendukung dalam menjamin keamanan, kesehatan, dan kenyamanan ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Semua persiapan harus terkoordinasi dengan baik agar ketika ada hal-hal yang terjadi dapat diantisipasi dengan cepat. Dinas Kesehatan memiliki peran yang sangat penting, mulai dari ketersediaan obat-obatan hingga koordinasi dengan rumah sakit rujukan,” katanya.

Ia mengingatkan, kondisi cuaca maupun perubahan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan peserta. Karena itu, setiap potensi risiko harus diantisipasi sejak dini agar kegiatan berlangsung tanpa hambatan.

“Saya tidak ingin hal-hal yang terlihat sepele justru berkembang menjadi persoalan serius. Peserta datang dari berbagai daerah dengan kondisi fisik yang berbeda-beda. Gangguan kesehatan seperti diare, kembung, hingga pingsan harus dapat diantisipasi melalui kesiapan petugas dan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA :  HUT Ke-47 FKPPI Digelar Sederhana, H Buyung: Momentum Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial

Selain aspek kesehatan, Sulaiman juga memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan kawasan perkemahan. Menurutnya, Jambore Daerah harus menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Pelaksanaan Jambore Daerah ke-XI adalah menjaga bumi, bukan mengotori bumi,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Sulaiman meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait bekerja secara terpadu. Dukungan tersebut meliputi pengaturan lalu lintas, penyediaan air bersih, pasokan listrik, sanitasi, hingga kesiapan infrastruktur di kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit.

“Dibutuhkan intervensi dari berbagai perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PLN, dan PDAM. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri ribuan peserta, tetapi juga Forkopimda serta sejumlah kepala daerah,” katanya.

Lebih jauh, Sulaiman berharap Jambore Daerah XI tidak hanya menjadi ajang pertemuan Pramuka, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, disiplin, serta memperkuat kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Dikky Anugerah, mengungkapkan bahwa Jambore Daerah XI menjadi penyelenggaraan yang istimewa karena merupakan satu-satunya jambore tingkat provinsi di Indonesia yang membebaskan seluruh biaya perkemahan bagi peserta.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan arahan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution sebagai bentuk komitmen memperluas akses pembinaan kepramukaan tanpa membebani peserta.

BACA JUGA :  Siap Perluas Pasar Pupuk Organik, PT Karunia Rotorindo Tani Gandeng Koperasi Keluarga Pers Indonesia

“Peserta berasal dari 32 Kwartir Cabang dengan jumlah mencapai 3.650 Pramuka Penggalang. Kegiatan ini mendapat apresiasi secara nasional karena menjadi satu-satunya jambore tingkat provinsi yang membebaskan biaya perkemahan bagi seluruh peserta,” ujar Dikky.

Ia menjelaskan, Jambore Daerah XI mengusung tiga pilar utama, yakni karakter dan patriotisme, keterampilan dan inovasi, serta persiapan menuju agenda nasional. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk memperkuat nilai Trisatya dan Dasa Darma Pramuka sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis Jambore Daerah XI akan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus menjadi wahana strategis membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli lingkungan, berjiwa kebangsaan, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

(ABN)

Tinggalkan Balasan