Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, PP Muhammadiyah Dorong Transformasi Menuju World Class University

×

Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, PP Muhammadiyah Dorong Transformasi Menuju World Class University

Sebarkan artikel ini
Empat wakil rektor UMSU yang baru dilantik foto bersama dengan Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin.

MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi memasuki babak baru kepemimpinan dengan melantik empat wakil rektor masa jabatan 2026–2030. Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Sabtu (25/7), menjadi momentum memperkuat transformasi UMSU menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang tetap berakar pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Empat wakil rektor yang dilantik masing-masing adalah Dr. Marah Doly Nasution, SPd, M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi; Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A. sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan; Dr. Faisal, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; serta Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan serta penandatanganan sumpah jabatan yang disaksikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D.

Dalam arahannya, Ketua PP Muhammadiyah menegaskan UMSU tidak cukup hanya menjadi kampus unggul, tetapi harus menjadi kampus se-unggul-unggulnya dengan identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai pembeda utama.

“UMSU harus menjadi kampus se-unggul-unggulnya. Keunggulannya bukan hanya akademik, tetapi juga moral, spiritual, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi kekuatan utama yang membedakan UMSU dari perguruan tinggi lainnya,” tegasnya.

Menurut Agus Taufiqurrahman, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kualitas lulusan serta kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi perkembangan pesat UMSU, termasuk keberhasilan mengakuisisi STIKES Indah Medan senilai lebih dari Rp65 miliar. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti kemajuan institusi yang harus terus dilanjutkan melalui kepemimpinan baru.

BACA JUGA :  6.731 Peserta Ikuti SMM USU 2026, Meningkat 25 Persen dari Tahun Lalu

“Kita melanjutkan perjuangan para pendahulu. Kepemimpinan periode ini harus mampu menjaga laju pertumbuhan UMSU dengan mengedepankan militansi spiritual,” ujarnya.

Selain itu, Agus berharap UMSU mampu menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang sukses dan menjadi teladan bagi seluruh Persyarikatan Muhammadiyah.

Senada dengan itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa predikat Akreditasi Unggul bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.

“Filosofi keunggulan di Muhammadiyah bukan sekadar memperoleh sertifikat akreditasi, tetapi menghadirkan tata kelola modern, kurikulum masa depan, daya saing global, keberlanjutan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menilai UMSU telah memiliki modal kuat berupa guru besar, program internasional, inovasi, dan riset yang terus berkembang. Karena itu, para wakil rektor yang baru dilantik diharapkan menjadi dream team yang mampu mengakselerasi transformasi UMSU.

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menjelaskan pelantikan empat wakil rektor merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus penyempurnaan struktur organisasi universitas dalam menjawab tantangan global.

Ia menegaskan visi UMSU ke depan adalah menjadi kampus digital berkelas dunia yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak, tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ruh pengembangan institusi.

“Kampus memerlukan keunggulan teknologi, jejaring internasional, serta inovasi yang tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Prof. Akrim juga memaparkan sejumlah program prioritas hingga 2030, di antaranya menyukseskan penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-49, mempercepat langkah menuju World Class University, mengembangkan 12 program studi baru yang strategis, melanjutkan pengembangan STIKES Indah Medan, memperluas infrastruktur kampus, serta mempercepat pembangunan UMSU Garden di kawasan kampus terpadu.

BACA JUGA :  Civitas Akademika UNPRI Turun Langsung Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

Menurutnya, perubahan komposisi empat wakil rektor merupakan respons terhadap dinamika dan tantangan baru di dunia pendidikan tinggi.

“Struktur organisasi harus menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam transformasi pendidikan, teknologi, riset, dan internasionalisasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bagian Umum Ahmad Subhan, S.E. mengapresiasi pelantikan tersebut dan berharap kepemimpinan baru mampu semakin meningkatkan daya saing UMSU di tingkat internasional.

“Semoga UMSU terus melahirkan riset-riset unggulan, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperoleh lebih banyak hibah internasional sehingga semakin diperhitungkan di tingkat global,” ujarnya.

Turut hadir Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP dan jajaran, Ketua PWM Sumut Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA, Ketua PWA Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag., Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Kerja sama dan Hubungan Antar Lembaga Dedi Irawan S.P, M.Si., Kasubdit Prapenuntutan Jampidum Kejagung, Muttaqin Harahap, Perwakilan Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Ketua MUI Sumut dan Kota Medan, Anggota DPRD Provsu dan DPD kota Medan, Pimpinan PTS/PTN di Sumut, PDM/PDA serta Ortom se-Sumatera Utara dan mitra UMSU. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan