Scroll untuk baca artikel
#
PeristiwaSumatera Utara

Aktifitas PETI di Panabari Madina Diduga Makan Korban Jiwa, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

×

Aktifitas PETI di Panabari Madina Diduga Makan Korban Jiwa, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

Sebarkan artikel ini
PETI Makan Korban
Seorang pria asal Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yang dilaporkan bekerja di kawasan pertambangan Panabari, diduga meninggal dunia setelah berada di lokasi pertambangan.

MANDAILING NATAL – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Panabari, wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali menjadi perhatian. Seorang pria asal Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, dilaporkan meninggal dunia setelah berada di kawasan pertambangan tersebut.

Informasi mengenai peristiwa itu diperoleh dari Syawaluddin, warga Desa Hutabaringin yang mengaku sebagai teman sekaligus mitra kerja korban. Menurut Syawaluddin, korban dalam beberapa waktu terakhir diketahui bekerja di kawasan pertambangan Panabari.

Syawaluddin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari istri korban, Leni Marlina, pihak keluarga sempat mendapat pemberitahuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pintu Padang Jae bahwa korban mengalami sakit saat berada di Padangsidimpuan.

Namun, informasi yang diterima keluarga kemudian berubah. Korban disebut mengalami insiden di lokasi pertambangan dan diduga tertimpa material longsor. Keterangan mengenai dugaan penyebab tersebut hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

BACA JUGA :  STAIN Madina Wisuda 497 Mahasiswa, Pimpinan Kampus Ajak Lulusan Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, jenazah tiba sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (9/8/2026).

Setelah mendapat persetujuan dari istri dan anak korban, jenazah kemudian dimakamkan. Biaya pemakaman disebut telah disepakati untuk ditanggung oleh pihak yang disebut sebagai pemilik alat berat di lokasi pertambangan.

Syawaluddin juga mengaku turut dalam proses pengantaran jenazah korban menuju Sumatera Barat untuk dimakamkan.

Polisi Belum Berikan Keterangan Resmi

Untuk memastikan informasi tersebut sekaligus memenuhi prinsip keberimbangan, wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kapolsek Batang Angkola mengenai dugaan adanya korban meninggal dunia di kawasan pertambangan Panabari.

Konfirmasi yang dimintakan antara lain terkait ada atau tidaknya laporan mengenai peristiwa tersebut, waktu dan lokasi kejadian, identitas korban, dugaan penyebab kematian, pemeriksaan terhadap lokasi kejadian, serta langkah kepolisian terkait aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin.

BACA JUGA :  Tingkatkan Profesionalisme SDM, Kanwil BPN Sumut Lantik Asisten Surveyor Kadastral

Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Kapolsek Batang Angkola mengenai peristiwa tersebut.

Karena itu, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan. Begitu pula dengan dugaan bahwa korban meninggal akibat tertimpa material longsor di lokasi pertambangan masih memerlukan verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

(ABN/Dedi Mulia)

Tinggalkan Balasan