Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Direktur Belmawa Kemendiktisaintek Dorong UMA Cetak Mahasiswa Unggul dan Berdampak

×

Direktur Belmawa Kemendiktisaintek Dorong UMA Cetak Mahasiswa Unggul dan Berdampak

Sebarkan artikel ini
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T diabadikan bersama Ketua YPHAS M. Erwin Siregar, SE., MBA., Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. wakil rektor dan dekan.

MEDAN — Universitas Medan Area (UMA) terus memperkuat budaya prestasi mahasiswa dengan membangun ekosistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Brainstorming Penguatan Ekosistem Prestasi Kemahasiswaan yang menghadirkan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T.

Kegiatan yang berlangsung di Hj. Siti Mariani Conference Room, Lantai III Gedung Perpustakaan UMA, Jumat (24/7/2026), menjadi momentum bagi UMA untuk memperkuat strategi pengembangan prestasi mahasiswa agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) M. Erwin Siregar, SE., MBA., Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., para wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMA.

Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, menegaskan prestasi mahasiswa menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan universitas.

“Prestasi itu sangatlah penting. Prestasi itu harga mati, kalau tidak berprestasi mati saja,” tegasnya yang disambut antusias peserta.

Menurut Dadan, pernyataan tersebut merupakan bentuk motivasi agar seluruh sivitas akademika memiliki semangat juang dan keberanian untuk membawa mahasiswa UMA tampil dalam berbagai kompetisi.

Ia mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti kompetisi, mengembangkan potensi, serta meningkatkan kualitas diri sehingga mampu mengharumkan nama UMA di berbagai ajang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Rektor mengajak seluruh fakultas membangun sistem pembinaan prestasi yang terstruktur. Sistem itu mencakup penjaringan talenta, pendampingan oleh dosen, hingga pemberian dukungan bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi akademik maupun nonakademik.

BACA JUGA :  Blusukan Cari Inovasi Perumahan, BTN Housingpreneur Gelar Roadshow di USU Medan

Ketua YPHAS M. Erwin Siregar menegaskan, yayasan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan prestasi mahasiswa UMA, termasuk melalui dukungan pendanaan.

“Program prestasi mahasiswa Universitas Medan Area akan terus kami dukung dari sisi pendanaan. Mahasiswa UMA harus mampu berprestasi di tingkat nasional, bukan lagi hanya di tingkat daerah. Kita harus berani bersaing dengan perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Menurut Erwin, prestasi mahasiswa bukan hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menjadi salah satu indikator kualitas pendidikan sekaligus memperkuat reputasi UMA di tingkat nasional.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., dalam paparannya mengangkat tema “Kemahasiswaan Berdampak: Membangun Mahasiswa Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing.”

Beny menekankan, pengembangan kemahasiswaan tidak boleh dipandang sekadar sebagai aktivitas pendukung pendidikan tinggi. Sebaliknya, kemahasiswaan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi menuju Kampus Berdampak.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus membentuk karakter, kepemimpinan, daya saing global, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam paradigma Kampus Berdampak, kata Beny, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Rektor UMSU Terima Award "Best Inspiring Leader" APTISI Sumut

Penguatan kompetensi abad ke-21, lanjutnya, menjadi bagian penting dari proses tersebut. Kompetensi itu meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, pemahaman lintas budaya, hingga kesiapan karier dan kemandirian.

Dalam kesempatan tersebut, Beny juga memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) sebagai salah satu instrumen nasional untuk mendorong perguruan tinggi meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, sekaligus mengukur kinerja perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Selain SIMKATMAWA, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan juga menjalankan berbagai program pengembangan mahasiswa, di antaranya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), KMI Expo, serta berbagai kompetisi nasional lainnya.

Berbagai program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, kewirausahaan, sekaligus membangun rekam jejak prestasi.

Di akhir pemaparannya, Beny berharap perguruan tinggi mampu membangun ekosistem yang mendorong tumbuhnya talenta mahasiswa secara optimal. Dengan kebijakan kemahasiswaan yang adaptif dan berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, inovatif, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta bangsa. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan