Buzzer Lahir Dari Oposisi Destruktif Oportunis

Aktifis 98 Muhammad Ikhyar Velayati Harahap. (teks foto/msj)

Asaberita.com – Medan – Isu buzzer saat ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat Indonesia karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut Koordinator Forum Aktifis 98 fenomena buzzer di Indonesia lahir dari oposisi yang bersifat destruktif oportunis

“Fenomena buzzer yang marak di Indonesia awalnya lahir dari oposìsì yang berkarakter destruktif oportunis,” kata Muhammad Ikhyar Velayati Harahap kepada wartawan di Medan, Jum’at (12/2).

Dia menjelaskan, salah satu ciri oposisi yang bersipat oposisi destruktif oportunis adalah berusaha untuk merusak citra pemerintah melalui cara apapun, fitnah, hoax, ujaran kebencian dan lainnya. Tujuannya delegitimasi pemerintah atau lebih jauh mengambil alih kekuasaan lewat cara cara illegal.

BACA JUGA :  Grafik Covid-19 Mulai Landai, PDI Perjuangan Serukan Doa Bersama

Ikhyar mengatakan sebenarnya  oposisi diperlukan dalam negara demokratis. Keharadiran oposisi memang sangat dibutuhkan untuk mengawal berjalannya roda pemerintahan di Indonesia saat ini.

“Kehadiran oposisi dalam pemerintahan sangat penting dan berguna untuk menjaga agar pemerintahan tidak terjebak menjadi kekuasaan yang otoriter, tetapi oposisi yang di butuhkan oleh pemerintah maupun rakyat adalah yang bersipat konstruktif demokratis,” katanya.

Ikhyar menjelaskan ciri-ciri oposisi yang dibutuhkan oleh pemerintah. Oposisi konstruktif demokratis melakukan kritik dengan nilai nilai demokrasi, selain itu juga mampu melihat sisi positif yang telah di capai oleh pemerintah sehingga rakyat dapat menilai secara seimbang.

Menurut Ikhyar oposisi konstruktif demokratis tidak pernah berniat untuk menggulingkan kekuasaan melalui cara cara illegal. Oposisi berkarakter konstruktif ini juga tidak pernah berniat untuk menggulingkan kekuasaan atau merebutkan kekuasaan lewat fitnah, berita hoax.

BACA JUGA :  Menristek Tekankan Kedekatan Peneliti dengan Dunia Industri

“Saat ini masyarakat mulai berani melakukan perlawanan terhadap pola pola kampanye negatif yang dilakukan oleh oposisi destruktif oportunis ini di sosial media maupun di ruang ruang publik. Hal ini membuat para elit dan kelompok oposisi tersebut panik, sehingga melempar isu bahwa pemerintah justru memelihara para buzzer atau pendengung untuk menghantam oposisi,” katanya. ** msj

591 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *