Israel Menggiring Opini Internasional HAMAS Teroris

M Ikhyar

Oleh: Muhammad Ikhyar Velayati (Koordinator Forum Aktifis 98)

 

AKHIR-AKHIR ini bertebaran isu negatif tentang HAMAS (Gerakan Perlawanan Islam Palestina) di berbagai media maenstrem nasional,iInternasional dan juga di media sosial (FB,Twitter, Instagram, Tiktok dll).

Isu yang di sebar bermacam macam, mìsalnya HAMAS di tuduh teroris, Pemimpin HAMAS menjual konflik Palestina untuk kepentingan pribadi, serta HAMAS menggunakan bantuan internasional untuk memperkaya diri sendiri.

Muara isu tersebut mudah di tebak yaitu menggiring opini publik nasional dan internasional bahwa HAMAS tidak serius berjuang membela rakyat Palestina. Di sisi lain kampanye tersebut juga menyelipkan pesan bahwa Israel berhak menyerang Palestina/HAMAS untuk mempertahankan diri. Kampanye negatif ini di lakukan secara sistimatis, masif, terstruktur dan terencana dengan dukungan logistik yang tidak terbatas.

Strategi penguasaan, penggiringan dan mobilisasi opini di media maenstrem serta kontrol sosial media dalam perang Palestina-Israel bertujuan untuk memenangkan hati dan pikiran publik internasional atau lazim di kenal dengan
Psychologycal Operations (PsyOps).

BACA JUGA :  Memaknai Generasi Milenial Pencinta Alquran

Apabila hati dan pikiran masyarakat sudah dimenangkan, maka tidak akan mendapat kesulitan di daerah operasi tempur. Strategi yang mengacu pada teori Sun Tzu inilah yang di lakukan Israel saat ini.

Jika Israel berhasil dalam perang opini (psychologycal operations) maka Palestina/HAMAS di pastikan akan kehilangan dukungan politik serta logistik dari simpatisan internasional, situasi ini seperti ikan yang terpisah dari airnya.

Penggiringan opini negatif tersebut juga di desain untuk melumpuhkan dan mengisolasi HAMAS dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Palestina, sekaligus memutus mata rantai dukungan nasional dan internasional terhadap perjuangan Palestina.

Jika mau jujur, saat ini kekuatan riel yang punya keberanian, ideologi, moral, serta kekuatan senjata dan logistik melawan Israel hanya HAMAS, kekuatan lainnya termoderasi bahkan ada yang terbeli.

Untuk itu, kepada kaum pro demokrasi baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya khususnya di Palestina, jangan ke kanak-kanakan dengan memusuhi dan mengisolasi HAMAS, apalagi ikut terseret dalam arus opini negatif yang di bangun Israel.

BACA JUGA :  Ramadhon Vs Corona

Israel berharap HAMAS menjadi musuh bersama sehingga hanya faksi moderat dan antek-anteknya yang mewakili Palestina dalam setiap perundingan maupun diplomasi agar bisa di setir dan di dikte sesuai kepentingan politik-ekonomi Israel.

Jika gerakan pro demokrasi di dunia khususnya di Indonesia ikut menyebarkan apalagi mendukung opini yang di bangun Israel, maka sama saja menyerahkan jutaan nyawa rakyat Palestina di moncong senapan Israel serta menyerahkan mekanisme Demokrasi ke tangan Rezim Zionis anti Demokrasi.

Wassalam.

1,566 total views, 15 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *