Asaberita.com, Jakarta — Ratusan massa dari Gerakan Aktivis Perubahan Paluta menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu 3 Juli 2024.
Massa menuntut agar KPK segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat Pemda Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Sumatera Utara.
Salah satu massa yang berdemo mengungkapkan bahwa di Padang Lawas Utara saat ini terdapat 4 isu darurat korupsi kolusi dan nepotisme yang terjadi.
“Empat isu darurat yang pertama adalah dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berjama’ah terorganisir dan masif yang dilakukan oleh pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Padang Lawas Utara, PJ dan Bupati sebelumnya camat dan kepala desa,” katanya.
Lanjutnya, darurat pelayan masyarakat akibat banyaknya pejabat yang tersangkut kasus dan dilaporkan ke penegak hukum.
“Sampai ada desa yang kantor nya tutup selama satu tahun itu tidak ada pelayanan, karena tidak ada perangkat desanya,” ujarnya.
Dugaan korupsi dana desa sebesar 127 miliar yang diperoleh dari setoran wajib setiap desa.
Karena banyaknya permasalahan di Padang Lawas Utara, massa meminta KPK memeriksa dan menetapkan Bupati Padang Lawas Utara periode 2018 -2023 sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Selain itu, massa juga meminta KPK memeriksa dan menetapkan PJ Bupati Padang Lawas Utara dan pejabat lainnya terkait dugaan korupsi dana desa,” tegasnya. (Tim)
- Sidak Berbuah Hasil, Lapas Narkotika Pematangsiantar Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Oknum Anak Magang – Januari 31, 2026
- Kantah Toba Raih Peringkat III SAKIP 2025 pada Rakerda Kanwil BPN Sumut 2026 – Januari 31, 2026
- Lemhannas RI Gelar Stadium General di Binjai, Wali Kota Amir Hamzah Tekankan Penguatan Ketahanan Daerah Berbasis Asta Gatra – Januari 31, 2026











