Lakukan Ekshumasi, Kantor Hukum FG Apresiasi Polres Binjai

Asaberita.com, Medan – Polres Binjai melakukan ekshumasi di makam Mihani warga Dusun I Kwala Besar, Desa Kwala Besar, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat yang tewas tak wajar. Penasihat hukum dari tim advokat Kantor Hukum FG mengapresiasi Polres Binjai karena telah melakukan ekshumasi.

Tim Advokat Kantor Hukum FG dan rekan, Gerald Partogi Siahaan, S.H. M.H., Fauzi Sibarani, S.H. M.H, Jimmy Hutagalung, ,SH,MH, M.Khadafi, S.H.MH, dan Cristian Sinaga, SH, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Polres Binjai karena telah melakukan ekshumasi untuk mencari titik terang dari misteri kematian Mihani.

Selain itu Tim Advokat Kantor Hukum FG juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Dusun I Kwala Besar, Desa Kwala Besar sehingga proses ekshumasi yang dilakukan berjalan dengan lancar.

“Kami berimakasih kepada Polres Binjai dan juga tim Forensik Polda Sumut karena telah melakukan ekshumasi. Selain itu kami juga berterimakasih kepada warga Desa Kwala Besar karena telah mendukung agar proses ekshumasi berjalan aman dan lancar,” kata Gerald Partogi Siahaan, S.H. M.H, Senin (27/5/2024).

BACA JUGA :  Rahudman Apresiasi Kapolda Sumut Berantas Peredaran Narkoba

Gerald Partogi Siahaan juga berharap setelah dilakukan ekshumasi, misteri kematian Mihani agar segera terungkap. Gerald juga mengatakan, setelah ekshumasi itu dilakukan agar segera ditemukan beberapa fakta baru dari kematian yang tak wajar dari Mihani.

“Harapanya pastinya adalah ada fakta yang lebih terang lagi sehingga dapat ketemu siapa pelakunya. Kemudian, penyebab kematianya, lalu dimana dan kapan. Lalu, dan yang bersalah harus lah dihukum sesuai dengan aturan yang ada,” ucap Gerald Partogi Siahaan, S.H. M.H.

Gerald juga mendesak agar Polres Binjai mempercepat proses pemeriksaan para saksi setelah dilakukannya ekshumasi tersebut
agar segera mendapatkan titik terang dari kematian Mihani.

“Proses ekshumasi nya sudah berjalan dengan baik. Kemudian, supaya terhadap proses pemeriksaan saksi saksi dipercepat. Terutama saksi yang sewaktu itu ada yang nemani korban itu yang harus diperiksa,” tutup Gerald Partogi Siahaan, S.H. M.H.

Untuk diketahui, Mihani tewas akibat serangan jantung di salah satu hotel di Binjai. Kabar tewasnya Mihani itu didapat dari rekannya bernama Mona.

BACA JUGA :  Saksi Ahli Sebut Prosedur UU Pengadaan Barang dan Jasa Sudah Dipenuhi dalam Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UINSU

Setelah jenazah Mihani tiba di rumah duka, menurut pihak keluarga, saat jenazah korban dimandikan, terdapat luka lebam dan luka tusukan ditubuh korban, bahkan kuku dijari kaki korban terkelupas.

Melihat adanya kejanggalan, keluarga menduga Mihani tewas akibat dianiaya.
Hingga akhirnya keluarga membuat laporan ke Polres Binjai, tertanggal 13 April 2024 dengan nomor polisi
LP/B/203/IV/2024/SPKT/Polres Binjai.

Hingga akhirnya, Polisi melakukan ekshumasi di makam Mihani untuk mencari fakta dari kematian Mihani.

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *