Suasana Mengajar Tak Nyaman, Kepsek SMAN 6 Medan Diduga Arogan

Tuarman
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sumut Tuarman Purba.

Asaberita.com, Medan – Sejumlah guru PNS dan non PNS di SMAN 6 Medan mengeluhkan terjadinya ketidaknyamanan proses mengajar di sekolah itu. Ketidaknyamanan itu diduga akibat sikap Kepsek SMAN 6 Medan Siti Rahmah yang dinilai arogan.

Masalah yang terjadi di SMAN 6 Medan ini pun mencuat keluar hingga didengar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sumut Tuarman Purba, yang menyayangkan hal itu.

“Kita mendengar adanya ketidaknyamanan di SMAN 6 karena Kepseknya dianggap arogan dan bahkan terdengar sudah ada teror pada guru-guru. Ini tidak baik, karena secara spikologis pasti berdampak pada proses mengajar di sekolah itu,” kata Tuarman, Rabu (23/11).

Menurutnya, kalau guru sudah tidak nyaman, dikhawatirkan cara mengajarnya akan berbeda dengan sebelumnya dan itu bisa berdampak pada peserta didik, para murid.

“Itu yang kita khawatirkan. Karenanya kita cari jalan keluarnya bagaimana anak-anak ini tetap belajar seperti biasanya. Mereka (siswa) generasi masa depan bangsa ini.” sambungnya.

nst
BACA JUGA :  Dikabarkan Terpapar Covid, Wali Kota Medan Bobby Nasution Jalani Isoman

Anggota Komisi E DPRD Sumut ini juga menyebutkan, dia akan coba berkomunikasi baik dengan guru dan kepsek untuk mencari tahu apa sebenarnya permasalahan yang terjadi. Jika tidak direspon, barulah ditindaklanjuti.

“Apa ceritanya, kita juga harus mendengar dari dua sisi baik guru maupun kepsek nya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) biar tidak ada simpang siur. Karena, banyak sekolah menyampaikan hal-hal seperti ini yang kita terima di Komisi E,” terangnya.

Tuarman juga bilang, dirinya akan segera memanggil Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Medan Selatan Ramadan Zuhri Bintang untuk mendengar apa yang sebenarnya terjadi.

“Kalau dia (Zuhri) juga tak respon, kita akan panggil untuk datang dalam RDP. Sebab, Zuhri sebagai penanggungjawab di sekolah tersebut,” bebernya.

BACA JUGA :  Ricuh di Perumnas Mandala Bukan Masalah Agama

Begitu disinggung jika ada disinyalir permainan uang, Tuarman terkejut. “Kalau ada bukti lebih berbahaya. Itu tidak dibenarkan dan tidak ada toleransi. Karena kita tidak mau membangun mutu pendidikan anak dengan uang. Kita akan mempertanyakan itu dalam RDP sebagai pendengar,” tandasnya. (red/an)

 100 total views,  1 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.