100 Ha Lahan Milik UIN Sumut Digarap, Empat Hektar Jadi Kolam Ikan

Teks Foto : Lahan UIN Sumatera Utara seluas 100 hektar berubah menjadi kolam ikan sedalam 4 meter dan digarap penggarap liar yang setiap harinya mengangkut tanah 50 truk. (foto/msj)

Asaberita.com – Medan – Sedikitnya seluas 4 hektar dari 100 hektar lahan milik UIN Sumatera Utara di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kapaten Deliserdang, berubah menjadi kolam ikan sedalam 4 meter yang dilakukan penggarap liar.

Pantauan Asaberita.com, Minggu (26/09/2021) sore, lahan yang berubah menjadi kolam ikan itu bebas digarap penggarap liar dengan mengambil tanah galian melalui traktor jenis beko. Sampai berita ini dipublis, belum diketahui identitas penggarap yang melakukan penggarapan atas lahan UIN Sumatera Utara itu.

Lahan 100 hektar milik UIN Sumatera Utara itu, sebelumnya telah resmi menjadi milik kampus UIN Sumatera Utara setelah dilunasi senilai Rp 40 miliar dalam dua tahap. Tahap I senilai Rp 4 miliar dan selanjutnya tahap II dilunasi sisanya Rp 36 miliar melalui dana BLU UIN Sumatera Utara yang dibayarkan melalui Bendahara PTPN2 tanggal 19 Maret 2020 lewat persetujuan Kementerian BUMN.

Ramlan salah seorang petugas dari KBB Polri yang tinggal di sekitar lahan UIN Sumatera Utara itu mengaku kurang nyaman melihat kondisi lahan UIN. Setiap hari lahan UIN Sumatera Utara sedikit demi sedikit terus digarap para penggarap. Diduga kuat akibat ada beking dari oknum petugas.

BACA JUGA :  Dugaan Jual Beli Jabatan di UIN Sumut, Ada Jalur 'Ibu' dalam Jejak Digital

Dia menyebutkan sejauh ini kondisi lahan UIN Sumatera Utara semakin parah setelah sebagian besar lahan dijadikan kolam ikan. Kawasan di sekitar kolam ikan juga terus menerus digarap oleh penggarap.

nst

Bahkan, menurut Ramlan, pengerukan tanah terus dilakukan penggarap dengan memakai traktor jenis beko. Setiap harinya ada sekitar 50 truk tanah UIN Sumatera Utara diambil dan tidak diketahui ke mana tanah tersebut dibawa.

“Tiap hari ada 50 truk yang masuk, mengangkut tanah dari lokasi ini. Traktor beko juga terus stand by di lokasi mengorek lahan ini. Saya khawatir jika tidak ada tindakan tegas dari pimpinan UIN Sumatera Utara, lahan ini bakal habis karena terus dikeruk dan hasilnya dibawa keluar,” kata Ramlan.

Ramlan mengaku setiap hari ia menyaksikan pengorekan tanah lahan UIN Sumatera Utara dilakukan penggarap. Menurut dia, petugas pengamanan seperti Satpam tidak ada bertugas sejak transisi Rektor UINSU yang sebelumnya dengan rektor saat ini.

Teks Foto : Lokasi lahan milik UIN Sumut semakin parah akibat digarap penggarap liar. (foto/msj)

Di awal tahun 2020 kata Ramlan, dirinya masih menyaksikan Satpam UIN Sumatera Utara masih berjaga-jaga di lokasi lahan. Tapi saat ini, Satpam tidak ada lagi. “Jadi, kita sangat prihatin. Semestinya ada petugas yang tetap berjaga di lokasi agar lahan ini tidak digarap seenaknya oleh penggarap liar,” kata Ramlan.

BACA JUGA :  Kajian Ramadhan Bamusi Sumut: Nuzul Quran dalam Konsep Islam

Sekedar informasi, pada Maret 2020 lahan 100 hektar milik UIN Sumatera Utara itu sudah dilunasi meski kondisinya sebagian masih digarap. Rektor UIN Sumatera Utara periode 2016-2020 Prof Dr Saidurrahman MAg saat itu tetap mengerahkan petugas untuk pengamanan lahan. Namun setelah transisi kepemimpinan ke rektor baru saat ini pengamanan ketat di lahan UIN Sumatera Utara tidak terlihat lagi.

Rencananya, lahan 100 hektar tersebut akan dibangun kampus terpadu UIN Sumatera Utara, rumah sakit internasional, fakultas kedokteran dan fakultas-fakultas lainnya. Guna mendukung program dan rencana panjang tersebut, Menteri Agama RI Yaqut Cholil ikut serta memberikan persetujuan atas pembangunan kampus terpadu UIN Sumatera Utara itu.** msj

 

 

 

 1,868 total views,  4 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *