BPRS Puduarta Insani Jajaki Buka Jaringan Kantor Baru Untuk Perluas Pasar

Asaberita.com-Medan — Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Puduarta Insani tengah menjajaki membuka jaringan kantor baru untuk memperluas pasar, seiring dengan terus meningkatnya aset dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah itu.

“Saat ini kita baru memiliki satu kantor cabang yang berada di kampus UINSU Jalan Pancing. Kita tengah menjajaki pembukaan jaringan kantor baru. Ada 3 daerah yang sedang kita survey dan pelajari data statistik pasarnya yakni Galang, Lubuk Pakam dan Langkat”.

Demikian disampaikan Direktur Utama BPRS Puduarta Insani Mailis Warti didampingi Direktur Operasional Rikhi Rinanda, kepada Asaberita.com di kantor pusat Puduarta Insani, Jalan Besar Tembung, No 13A, Kamis (20/02/2020).

Rencana pembukaan jaringan kantor baru ini, sebut Mailis, selain bertuja. n untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah, juga agar bank ini bisa memberikan konstribusi kepada masyarakat, utamanya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sejak didirikan dan beroperasi tahun 1996, dengan saham terbesar dimiliki oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), selama ini pasar terbesar BPRS Puduarta Insani adalah civitas akademika UINSU yakni sekitar 80 persen, sedang sisanya sebesar 20 persen UMKM.

Disebutkan, per Desember 2019 posisi asset sebesar Rp 59,66 miliar, dengan dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk tabungan sebesar Rp 13 miliar dan deposito Rp 37,54 miliar, BPRS Puduarta Insani berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 746 juta dengan pembiayaan sebesar Rp 34,88 miliar.

BACA JUGA :  Ahmad Basarah : UINSU Jadi Laboratorium Penguatan Ideologi Pancasila

“Kedepan, kita ingin memperluas pasar UMKM tanpa meninggalkan pasar yang sudah ada yakni UINSU. Karena itulah pengembangan jaringan kantor baru itu kita lakukan keluar untuk menyasar pasar UMKM,” jelas Mailis Warti.

Lebih jauh Mailis menyebutkan, BPRS Puduarta Insani selalu taat pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menentukan standart operasi pembiayaan (SOP), sehingga dapat memenaj resiko secara baik dan terukur. Sehingga dalam laporan keuangan terakhir BPRS Puduarta Insani, sesuai pemeriksaan akuntan publik mendapat predikat ‘Wajar Tanpa Syarat’ (sehat).

“BPRS Puduarta Insani tercatat sebagai BPRS terbaik dari 7 BPRS yang ada di Sumut. Puduarta juga tercatat sebagai BPRS pencatat laba terbaik dari 3 BPRS pencatat laba,” ujarnya sembari menyebutkan bahwa tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) Puduarta Insani juga tergolong masih wajar yakni 1,98% atau sekitar Rp 691 juta dari jumlah pembiayaan sebesar Rp 34,88 miliar.

Terkait jenis pembiayaan yang dilakukan, Mailis Warti menyebutkan sebagian besarnya masih pembiayaan konsumtif yakni sekitar 56 persen, di mana pembiayaan diberikan kepada nasabah untuk keperluan membeli kendaraan, rumah dan lainnya. Sedangkan 44 persen lainnya adalah pembiayaan UMKM.

BACA JUGA :  Wonderfull, UEA Resmikan Pembangkit Listrik Nuklir Pertama di Arab

“Untuk pembiayaan konsumtif, akad yang kita gunakan yakni murabahah (jual beli). Sedangkan untuk pembiayaan UMKM, ada 3 jenis akad yang kita lakukan yakni Ijaroh Mu’tahiya Bitamlik (IMBT), Multijasa dan Murabahah,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Mailis Warti juga menyampaikan, bahwa sesuai visi misi didirikannya BPRS Puduarta Insani agar dapat memberi manfaat bagi UINSU dan masyarakat, maka sejak didirikan hingga saat ini Puduarta juga selalu dijadikan sebagai tempat pembelajaran dan magang mahasiswa UINSU, khususnya mahasiswa Prodi Perbankan Syariah.

“Sudah banyak mahasiswa bahkan pelajar SMK yang magang di sini. Beberapa pegawai Puduarta juga sudah ada direkrut BPRS lain menjadi direksi, demikian juga yang magang sudah banyak jadi karyawan perbankan syariah. Jadi Puduarta bisa juga dikatakan sebagai laboratoriumnya perbankan syariah di Sumut,” bebernya. (has)

2,134 total views, 9 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *