GPA Sumut Gelar Doa untuk Bangsa di Milad ke-80, Ustadz Das’ad Latif : Ada Tiga Hal Doa Dikabulkan

GPA
Ustadz Das’ad Latif dari Makasar sedang menyampaikan ceramahnya pada kegiatan ‘Doa untuk Bangsa’ dalam rangka peringatan HUT GPA ke-80 tahun di Focal Point Medan, Minggu (10/1/2021) malam.

Asaberita.com, Medan – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumut menggelar tabligh Akbar “Doa untuk Bangsa” menghadirkan Ustadz Das’ad Latif dari Makasar di Focal Point, Minggu (10/1/2021) malam. Kegiatan ini dalam rangka peringatan HUT GPA ke-80 tahun dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ustadz Das’ad Latif pada tausiahnya mengatakan ada 3 hal agar doa dikabulkan oleh Allah SWT. Pertama, berbuat baiklah kepada orang tua.

“Saya sudah meraih pendidikan tertinggi yakni doktor. Tapi ketika saya memutuskan sesuatu, saya tetap menyampaikan hal itu kepada ibu saya. Buat wajah ibu dan bapak tersenyum, maka Allah akan mengabulkan segala doa kita,” katanya seraya menambahkan muliakanlah orang tua supaya kelak akan mencium bau surga.

Kedua, adalah jauhi maksiat. Kenapa dia tidak pernah diijabah, kata Ustadz Das’ad Latif, penyebabnya selalu berbuat maksiat.

“Saat ini maksiat yang terbesar di dunia adalah maksiat zina,” tegasnya.

Dan yang ketiga jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah SWT. “Al Washliyah lebih tua dari Republik Indonesia, maka itu harus bersyukur, caranya dengan melafazkan Hamdallah. Maka itu kata Allah, berdoalah kepadaKu pasti dikabulkan.

“Tapi kenapa ada yang tidak dikabulkan, tata cara dan etika. Kata Allah dalam firman-Nya, Aku akan mengabulkan doanya orang-orang yang berdoa apabila dia berdoa. Ini menunjukkan bahwa banyak diantara kita menengadah ke atas langit mengucapkan amin, menaikkan kedua tangannya yang dipikir niatnyadia berdoa padahal tidak, karena tidak tau tata cara berdoa,” jelasnya.

Ketua PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara H Zulham Efendi Siregar ST dalam sambutannya mengatakan, walau pelaksanaan doa untuk bangsa berlangsung di tengah pandemi, namun tidak menyurutkan niat kita semua untuk berdakwah.

“Mari kita merefleksikan kembali perjuangan para pendiri Al Washliyah, sebelum Indonesia merdeka, Almarhum Tuan Arsyad Thalib Lubis, Tuan Syeikh Muhammad Yunus, Ismail Banda, Abdurrahman Shihab, Adnan Lubis, Bahrum Jamil dan seluruh para pendiri Al Washliyah dan GPA, rela mengorbankan harta bendanya untuk mendirikan dan membesarkan Al Jam’iyatul Washliyah dan turut serta bersama memperjuangkan bangsa ini agar kemerdekaan seperti yang kita rasakan saat ini terwujud,” ujar Tokoh Pemuda Islam Sumatera Utara ini.

BACA JUGA :  MDI Sumut Dorong Wisata Halal di Kawasan Danau Toba Segera Terealisasi

Ditambahkan Zulham yang juga Ketua MPI KNPI Sumut, jika para pendiri Al Washliyah yang pernah berjuang dan berkorban demi kemerdekaan Indonesia, untuk itu mari kita seluruh kader GPA agar meluruskan niat untuk kembali membangkitkan semangat dan cita cita luhur para pendiri Al Washliyah dalan mengembangkan dakwah, pendidikan, sosial dan penguatan ekonomi ummat ditengah ditengah masyarakat.

“Hari ini musuh kita bukan bangsa asing seperti sebelum kemerdekaan, musuh kita saat ini tidak nampak, tapi nyata yakni pandemi Covid-19, inilah tantangan bagi kita semua bagaimana kita bisa melaksanakan dakwah, pendidikan dan amal sosial di tengah pandemi ini.

Mari kita berdoa dan beriktiar agar pandemi Covid-19 berakhir. Teruslah berbuat baik kepada semua ummat, teruslah berkarya untuk bangsa dan negara, insha Allah GPA akan jaya selama-lamanya,” harapnya.

Wakil Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara Dariansyah Emde mengatakan, pengurus wilayah tetap memantau kegiatan-kegiatan yang diprakarsai oleh GPA Sumut.

Ketika terjadi beberapa musibah dan bencana di Kota Medan, Tebing Tinggi dan sejumlah daerah, GPA Sumut turun dan memberikan apa yang bisa diberikan, GPA Sumut menunjukkan kerjanya sebagai generasi penerus Al Washliyah pada masa yang akan datang.

“Maka kami pantau pengurus GPA Sumut saat ini berbeda dengan periode sebelumnya. Pernah GPA melakukan apresiasi syukuran kepada Qori dan Qoriah utusan Al Washliyah yang berprestasi di MTQ Nasional Tingkat Provinsi di Tebingtinggi,” katanya.

BACA JUGA :  'Dimanja' BUMD di Sumut Tak Produktif dan Bebani APBD

GPA Sumut juga menjaga independensi dan tidak membawa nama Al Washliyah ketika berlangsungnya suksesi perpolitikan pilkada dan lainnya. “Mereka (GPA, red), tetap fokus berbuat sosial masyarakat, membuat even-even positif untuk menarik perhatian orang lain, dalam rangka mengembangkan program-program kerja,” jelasnya.

Atas capaian itu, atas nama pengurus wilayah Al Washliyah Sumatera Utara sangat berbesar hati dan memberikan penghargaan, karena GPA bersama-sama membesarkan Al Washliyah ini, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad GPA ke-80, Kurnia Salam menyampaikan bahwa peringatan milad GPA tahun ini diawali dengan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah yang dilakukan pada 3 Januari 2021 di Masjid Salman Jalan STM Medan. Kenudian dilanjutkan dengan Bakti Sosial memberikan bantuan kepada Imam Masjid, Bilal Mayit, anak-anak sekolah korban kebakaran di Belawan, Khataman Quran dan melaksanakan ziarah ke makam pendiri Al Washliyah.

“Setelah acara doa untuk bangsa ini, kita juga akan melaksanakan lomba pemilihan dai muda GPA dan kaligrafi dan pelaksanaan Subuh berjamaah akan menjadi komitmen GPA,” kata Kurnia.

Hadir pada acara Doa untuk Bangsa bersama Ustadz Das’ad Latif, Ketua MUI Sumut Dr Maratua Simanjuntak, mantan ketua PP GPA Amran, Wakil Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara Dariansyah Emde, Hafidz Harahap, Plt Rektor Univa Medan, mewakili Pemprov Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Pangdam I/BB, Polrestabes Medan, Bunda Muslimat Al Washliyah, organ bagian Washliyah, pengurus GPA Sumut dan sejumlah ormas Islam.

504 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *