Green Growth Plan Sumut, Sabrina Yakin Mampu Tekan dan Kendalikan Dampak Perubahan Iklim

Perubahan Iklim
Sekda Provsu R Sabrina menghadiri pembukaan Rakor Rencana Pembangunan Hijau (Green Growth Plan Sumut dan Ni-Scops), di Hotel Aryaduta Medan, Senin (23/11).

Asaberita.com – Medan – Manajemen perencanaan pembangunan hijau diyakini mampu menekan dan mengendalikan dampak terjadinya perubahan iklim yang saat ini terus menjadi isu global. Karena itu, semua pihak termasuk sektor swasta diharapkan untuk berpartisipasi dan bersama-sama mewujudkannya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) R Sabrina, pada rapat koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Hijau (Green Growth Plan Sumut dan Ni-Scops), di Hotel Aryaduta Medan, Senin (23/11).

Menurut Sabrina, green growth plan Sumut dan Ni-Scops merupakan sebuah momentum untuk membangun sinergi dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan hijau, khususnya di Provinsi Sumut.

“Kami percaya bahwa kemitraan yang baik antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting bagi daerah, termasuk Provinsi Sumut untuk mencapai tujuan  pembangunan hijau yang benar-benar inklusif dan berkelanjutan,” ucap Sabrina.

Hadir pada Rakor itu Deputi II Bidang Koordinator Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian RI Musdalifah Machmud, dan sejumlah pejabat terkait lainnya secara virtual.

Selain itu juga hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut Hasmirizal Lubis, Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau Fitriah Ardiansyah, serta sejumlah pelaku usaha kelapa sawit.

Sabrina menjelaskan, salah satu bagian dari capaian indikator pendukung kelestarian lingkungan, yakni posisi Provinsi Sumut yang sangat dekat dengan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan internasional tersibuk di dunia, serta dekat dengan Malaysia, Singapura dan Thailand.

BACA JUGA :  MTQ ke-37 Tingkat Provinsi di Tebing Tinggi Ditunda

Secara karakteristik, dengan daratan seluas 72.981,23 km² dan perairan seluas 108.878,77 km². Dimana penggunaan lahan didominasi oleh perkebunan seluas 2.946.512 hektare atau sekitar 40,37% dari luas daratan.

“Hutan di Provinsi Sumut tercatat seluas 3.009.212,24 hektare atau sebesar 41,23% dari luas wilayah daratan Sumut. Hal ini masih sesuai dengan persyaratan yang diamanatkan pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dimana 30% luas lahan hutan harus dipertahankan,” katanya.

Bila dilihat dari sisi indikator ekonomi, distribusi pertumbuhan ekonomi Sumut kategori terbesar ditopang oleh pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan rata-rata selama periode 2017-2019 tercatat mencapai 24,83%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa produktivitas ekonomi Sumut masih bergantung kepada pengelolaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Untuk perkebunan kelapa sawit berkelanjutan tahun 2020-2024, telah dibuat rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goal’s Provinsi Sumut, termasuk rencana penggunaan aspal karet untuk pembangunan jalan di Sumut.

Deputi II Bidang Koordinator Pangan dan Agribisnis Kementrian Koordinator Perekonomian RI Musdalifah Machmud yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, Pemerintah Pusat sangat mendorong kebijakan pembangunan nasional, diantaranya beberapa kebijakan aksi perencanaan kelapa sawit berkelanjutan.

BACA JUGA :  Besok, Agus Andrianto Dilantik Jadi Kabaharkam Polri

“Ini juga merupakan manfaat bagi generasi ke depan. Ini merupakan tren pembangunan negara kita. Kita berharap capaian Green Growth Plan ini dapat menyesuaikan dangan target di daerah. Sumut dalam hal ini dapat dijadikan contoh, karena merupakan trend global yang sudah mendorong rencana pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Keberhasilan Sumut dalam program pembangunan yang berkelanjutan ini, menjadi perhatian investor dalam melirik Sumut untuk berinvestasi. Gren Growth pastinya adalah pemenuhan pangan masyarakat, namun tetap menjaga kelestarian wilayah.

“Kita harap dengan program ini dapat mendorong tata kelola dengan tidak mengabaikan geologis,” pintanya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau Fitriah Ardiansyah yang menyatakan rencana hijau ini merupakan potensi bagus di Sumut. Menurutnya, saat ini yang perlu dikembangankan adalah investasi zona hijau sampai ke dunia internasional.

“Ketertarikan investor juga sangat banyak, dan bagi kami sangat tertarik dan bekerjasama dengan pemerintah untuk berinvestasi dan mendorong swasta untuk berinvestasi,” katanya. (has)

300 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *