KLB Partai Demokrat Strategi Muldoko Buat Partai Baru

Ikhyar
Kordinator Forum Aktifis 98, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap.

Asaberita.com, Medan – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang, yang mendapuk Moeldoko sebagai Ketua Umum, dinilai tokoh aktifis 98 hanyalah sebagai sebuah strategi untuk membuat partai baru.

“Konflik Partai Demokrat yang melahirkan KLB Sibolangit sebenarnya hanya strategi Moeldoko untuk membuat partai baru dengan menyerap enerji dan SDM Partai Demokrat. Moeldoko tidaklah serius menjadi Ketum Demokrat, ia sebenarnya sedang berperang menggunakan teori Sun Tzu dengan berpura-pura menyerang dari timur tetapi sebenarnya menyerang dari arah barat. Berpura-pura merebut Ketum Partai Demokrat lewat KLB, tetapi sebenarnya sedang mempersiapkan pembangunan partai baru”.

Demikian disampaikan Kordinator Forum Aktifis 98, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap, Jum’at (12/3), di Medan.

Ikhyar mengatakan, Moeldoko adalah jenderal bintang empat dan mantan Panglima TNI yang tentunya memiliki banyak strategi. Sehingga tidak mungkin ia mengkudeta Partai Demokrat dan AHY dengan cara vulgar dan senaif itu.

BACA JUGA :  Keterlaluan, PDAM Tirtanadi Tagih Rekening Air Rumah Kosong Hingga Rp 12 Juta

“Moeldoko adalah jenderal bintang empat dan mantan Panglima TNI. Sebagian besar hidùpnya berada dalam pertempuran serta terlibat dalam dinamika politik nasional. Jadi kita tidak boleh terkecoh bahwa bersedianya Moeldoko didapuk sebagai Ketum Partai Demokrat dari KLB Sibolangit, hanyalah sebagai batu loncatannya untuk tujuan yang sesungguhnya,” ujar Ikhyar.

Menurut Ikhyar, pemberitaan tentang konflik dan dualisme kepengurusan di Partai Demokrat setelah digelarnya KLB Sibolangit sangat meluas di masyarakat. Popularitas Moeldoko pun menaik dan itu merupakan modal besar dalam membangun partai baru.

Karena, jelas Ikhyar, konflik dan dualisme kepengurusan Partai Demokrat, tentu menjadi iklan gratis bagi Moeldoko untuk membangun partai baru dan menyiapkan kepengurusan secara nasional untuk mengikuti perhelatan akbar Pemilu 2024.

Dikatakan Ikhyar, jika hasil KLB Sibolangit Partai Demokrat tidak disahkan oleh pemerintah, itu akan menjadi momentum bagi Moeldoko untuk mendeklarasikan partai barunya dan struktur kepengurusan secara nasional kemungkinan besar telah terbentuk. Sehingga, konsolidasi partai baru itu untuk mengikuti Pemilu 2024 masih sangat dimungkinkan.

BACA JUGA :  Kasus Garuda Dinilai 'Kecil', Erick Thohir Diminta Usut Skandal Rp 16 T di BUMN Diduga Mirip Century

Jika melihat jadwal tahapan Pemilu 2024, partai baru yang didirikan Moeldoko masih sangat mungkin untuk terlibat. Karena batas akhir pèndaftaran parpol sekitar Oktober 2022, verifikasi administrasi oleh KPU pada November 2022 serta verifikasi faktual pada Desember 2022 dan penetapan peserta pemilu dijadwalkan sekitar Februari 2023.

699 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *