KPOTI Sumut dan Korma Preneur Bersinergi Lestarikan Olahraga Tradisional Rakyat

Permainan Olahraga Tradisional Rakyat
KPOTI dan Korma Preneur menjalin kerjasama dan bersinergi dalam melestarikan permainan dan olahraga tradisional rakyat yang merupakan warisan luhur budaya bangsa.

Asaberita.com – Medan – Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) dan Komunitas Remaja Masjid Preneur (Korma Preneur), sepakat untuk bersinergi melestarikan permainan dan olahraga tradisional rakyat yang saat ini sudah banyak ditinggalkan dan dilupakan.

“Seiring perkembangan zaman, banyak permainan dan olahraga tradisional rakyat sudah ditinggalkan dan terlupakan. Anak-anak, remaja ataupun generasi muda saat ini, lebih disibukkan dengan bermain gedget dan game online”.

Demikian dikatakan Ketua KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap, S.Pd M.Pd dan Founder Korma Preneur, Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, kepada Asaberita.com, Senin (10/8/2020), di Kopi Plus 62 Jalan Sering No. 29, Pancing Medan.

Disebutkan, akibat selalu disibukkan dengan permainan gedget, generasi muda saat ini tumpul dan minim kreatifitas. Rasa kebersamaan, gotong royong serta jiwa sosial semakin tergerus, dan yang lebih menonjol malah jiwa individualistiknya.

“Jika hal ini terus dibiarkan tanpa dibuat solusinya akan berbahaya bagi bangsa ini. Nilai-nilai luhur bangsa lambat laun akan semakin terkikis, terlupakan dan ditinggalkan,” ujar Sastrawan.

Karenanya, menurut Sastrawan, permainan dan olah raga tradisional rakyat seperti permainan lompat tali, enkrang, patuk lele, gasing, panjat pinang, petak umpet dan lainnya, merupakan permainan dan olahraga rakyat warisan leluhur yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.

BACA JUGA :  Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Al-Bayyinah di Hamparan Perak Dimulai

“Didalam permainan dan olahraga rakyat itu terkandung warisan leluhur dan nilai-nilai budaya bangsa. Disana selain berolahraga untuk membentuk tubuh dan jiwa yang kuat, juga ada terkandung nilai-nilai kebersamaan, kerjasama, gotong royong serta saling menghargai”.

“Melalui permainan-permainan itu, akan terbentuk karakter, daya tahan tubuh, daya juang dan daya kreatifitas anak yang handal. Sehingga sangat disayangkan jika permainan-permainan ini kini telah banyak ditinggalkan,” paparnya.

Untuk itulah, imbuhnya, KPOTI bersama Korma Preneur menjalin kerjasama dan bersinergi untuk dapat melestarikan permainan dan olahraga rakyat warisan budaya bangsa itu.

Nantinya, KPOTI dan Korma Preneur akan membentuk sentra edutaiment yang menjadi pusat pembelajaran, pendataan, penelitian dan pengembangan pelestarian permainan dan olahraga tradisional rakyat. Dan pelataran rumah-rumah ibadah, nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai salah satu sentra edutaiment ini.

Sebagai langkah awal, di monentum perayaan Kemerdekaan RI ke-75 pada 17 Agustus ini, KPOTI dan Korma Preneur akan menggelar program Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional, dengan melibatkan seluruh kelompok dan elemen masyarakat.

Diyakini, seluruh kelompok dan elemen masyarakat masih memiliki tanggungjawab secara bersama-sama dalam pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional ini sebagai warisan luhur budaya bangsa.

BACA JUGA :  Tuan Guru Batak Apresiasi Kabaharkam Polri Turut Perduli Berbagi 1000 Sembako

Founder Korma Preneur, Muhammad Mas’ud Silalahi menyampaikan, apa yang dilakukan KPOTI dan Korma Preneur ini semata dengan niat, maksud dan tujuan untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia.

“Tentunya kita berharap hal ini bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak. Karena upaya untuk melestarikan budaya bangsa itu termasuk permainan dan olahraga tradisional rakyat, bukanlah hanya tugas pemerintah, melainkan tugas seluruh elemen bangsa”.

“Melestarikan dan mengembangkan kembali permainan dan olahraga tradisional rakyat, selain untuk menyelamatkan warisan budaya bangsa dari kepunahan, juga untuk menyelamatkan generasi bangsa ini agar tidak menjadi korban dari perkembangan zaman,” tegas Mas’ud.

Untuk tujuan ini, lanjut Mas’ud, Korma Preneur akan melakukan koordinasi dengan BKM-BKM, agar nantinya halaman atau pelataran-pelataran masjid dapat digunakan menjadi pusat pengembangan motorik anak, remaja dan pemuda.

Disini, selain mereka bisa belajar dan memainkan permainan tradisional rakyat, sekaligus juga akan mengajarkan dan mendekatkan mereka kepada rumah ibadah. (asa/ms/has)

1,080 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *