Rektor UINSU Sampaikan Program Besar Menuju Universitas Kelas Dunia pada Wisuda 649 Sarjana Baru

Wisuda UINSU
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) TGS Prof DR H Saidurrahman, M.Ag pada Wisuda secara virtual 649 sarjana baru UINSU, Senin (29/6/2020)

Asaberita.com – Medan – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) TGS Prof DR H Saidurrahman, M.Ag, menyampaikan UINSU telah mempersiapkan program besar dalam rangka persiapan UINSU menuju Universitas kelas dunia.

Gagasan besar dan sedang berproses itu adalah pola pendidikan Ma’had yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru.

Hal itu disampaikan Rektor UINSU pada wisuda 649 lulusan sarjana baru UINSU secara daring, Senin (29/6/2020).

“Pola ini adalah pilihan yang paling mungkin dan sekaligus prospektif, jika kita berkomitmen untuk meningkatkan mutu lulusan UINSU Medan. Sehingga dapat berkiprah dan bersaing di pentas global,” ujar TGS Saidurrahman.

“Dengan fokus pada peningkatan kemampuan bahasa asing, Arab dan Inggris, tahfiz dan tahsin Al-Qur’an serta pembangunan karakter mahasiswa, kita optimis kualitas dan kompetensi lulusan UINSU akan mengalami peningkatan signifikan”, imbuh Prof Saidurrahman.

Di samping itu, tanggal 4 Mei 2020, UINSU telah memiliki statuta baru sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Agama RI No 14 Tahun 2020.

Hal ini telah pula dituangkan di Berita Negara Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 2020.

Di dalam statuta itu, kita telah merubah Visi UINSU menjadi lebih futuristik dan kontributif.

“Di dalam visi tersebut, kita istiqamah untuk menjadikan UINSU sebagai universitas kelas dunia pada tahun 2045,” katanya.

Selanjutnya, unggul dalam mewujudkan masyarakat pembelajar berdasarkan nilai-nilai Islam dan berkontribusi terhadap kemandirian bangsa.

Pentingnya Literasi Digital

Wisuda UINSU

Prof Saidurrahman menjelaskan, tema wisuda secara daring kali ini adalah “Wisuda UINSU ke-73 Ulul Albab, Islamis dan Nasionalis”.

“UINSU itu sesungguhnya singkatan dari Ulul Albab, Islamis dan Nasionalis sekaligus. Tiga kata kunci ini menurut hemat saya menjadi spirit kelahiran IAINSU dulunya dan sekarang menjadi lebih tegas setelah kita bertransformasi menjadi UINSU”, jelasnya.

Prof Saidurrahman juga mengingatkan kepada para dosen akan pentingnya literasi digital.

UINSU Medan secara keseluruhan terkhusus dosen-dosennya dituntut untuk melek digital atau literasi digital, agar proses perkuliahan bisa berjalan.

BACA JUGA :  Didera Berbagai Issu, IPNU Sumut Minta Menag Evaluasi Kinerja Rektor UINSU

Bukan saja pendidikan dan pengajaran, tetapi juga menyangkut penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Disamping kuliah daring, KKN dan praktik belajar lapangan (PBL) kita juga dilakukan dengan daring”, pesannya.

Dalam kuliah daring itulah, lanjut Saidurrahman, kita mendapatkan banyak pelajaran berharga. Salah satu yang terpenting adalah literasi digital atau melek digital menjadi sebuah keniscayaan.

Perkembangan ke depan, di semua ranah kehidupan baik itu sosial, ekonomi, politik, literasi digital menjadi satu keniscayaan.

Artinya, jika ingin eksis di masa depan, kemampuan digital atau melek digital menjadi satu syarat. Jika tidak, kita tidak saja tertinggal tetapi tidak akan bisa berperan dan berkontribusi sama sekali.

“Digital itu hakikatnya adalah media, maka ilmu yang Anda pelajari selama S1, S2 bahkan S3, akan bisa didayagunakan sedemikian rupa jika menguasai media digital”, tegas Saidurrahman.

Keberhasilan UINSU

Wisuda UINSU

Dikesempatan itu, Saidurrahman juga menyampaikan selama 4 tahun kepemimpinannya di UINSU Medan, telah berhasil dicapai sejumlah kemajuan yang signifikan.

Diantaranya, akreditasi UINSU telah berhasil ditingkatkan. Jika sebelumnya selagi masih IAIN akreditasi C, kini UIN akreditasinya telah meningkat menjadi B.

“Kemudian, beberapa prodi juga sudah memperoleh nilai A. Kita juga berhasil memperoleh dua penghargaan sebagai kampus terdepan dalam pengembangan ekonomi Islam dan tokoh pengembang bea siswa zakat”.

“Tiga rekor MURI juga sudah dicapai, yang isinya bukan sekedar seremonial, tetapi hal-hal konkrit. Misalnya pengumpulan wakaf mahasiswa, ribuan shalawat dan khatam Al-Qur’an”, ungkap Saidurrahman.

Dari sisi SDM, Rektor mengatakan perkembangannya juga cukup signifikan.

“Kita termasuk lima besar UIN dengan guru besar terbanyak yakni 32 orang. Dosen-dosen kita yang bergelar doktor semakin bertambah, demikian juga peningkatan tenaga pendidikan dan kependidikan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan”.

Demikian juga dengan pembangunan sarana dan prasarana. Insya Allah pada tahun ajaran baru mendatang, akan dapat digunakan tiga gedung baru sekaligus.

BACA JUGA :  BAN-PT : Akreditasi Syarat Mutlak Ukur Kualitas PTKIS

Dua Gedung ISBN yang berada di Kampus Jalan Pancing dan beberapa gedung standar internasional yang berada di Tuntungan dengan sarana dan prasarana berstandar internasional, juga telah dapat digunakan.

“Selain itu, ada penambahan asset tanah 100 hektar di Kuala Namu,” jelas Saidurrahman.

Wisuda 649 Lulusan Baru

Wisuda UINSU

Sementara itu, Rektor Prof Saidurrahman juga menjelaskan, pada hari ini sebanyak 649 lulusan baru UINSU di wisuda secara daring.

Wisudawan-i 649 sarjana baru itu tersebar dalam 8 Fakultas serta 1 Program Pascasarjana.

Rinciannya, 45 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 94 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum, 176 orang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 34 orang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Kemudian, 178 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2 dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 6 orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 48 orang dari Fakultas Sains dan teknologi (FST), 63 orang untuk Program Pascasarjana.

“Dengan jumlah wisudawan ini, UINSU telah mewisuda 49.624 alumni yang saat ini telah berkiprah di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai kehidupan,” papar Rektor.

Rektor dalam Wisuda Sarjana UINSU ke-73
secara virtual ini juga menuturkan, kegiatan wisuda tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena dilaksanakan dimasa pandemi Covid-19.

“Kita melaksanakan wisuda secara virtual karena saat ini pandemi Covid-19 masih merebak. Kita harus mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari melaksanakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang”.

Tapi karena wisuda juga merupakan keharusan bagi sarjana baru yang telah menyelesaikan seluruh tugas perkuliahannya serta sebagai prasyarat penerbitan dan penyerahan ijazah, maka kegiatan wisuda kita lakukan secara daring,” tutup TGS Prof Saidurrahman. (yar/has)

4,410 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *