Tuan Guru Batak (TGB): Kenduri Sosial Harus Kita Tradisikan

Kenduri Sosial
Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA, menyampaikan tausiyah dan memimpin doa pada kegiatan Kenduri Sosial yang diadakan Dinas Sosial Pemko Tanjungbalai di Gedung ATC Tanjungbalai, Jumat (28/8/2020).

Asaberita.com – Tanjungbalai – Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA menyatakan, kenduri sosial harus ditradisikan di Indonesia, karena kegiatan ini mampu menyelaraskan kekuatan spiritual dan merekatkan interaksi sosial.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan kenduri sosial yang diselenggerakan Dinas Sosial Pemko Tanjungbalai ini, karena sesungguhnya kenduri dalam tradisi kita sudah berjalan ratusan tahun. Tradisi ini mampu menyelaraskan kekuatan spiritual dan merekatkan interaksi sosial. Oleh karena itu, kegiatan kenduri sosial seperti ini harus terus kita tradisikan dan kembangkan di Indonesia”.

Demikian disampaikan TGB kepada wartawan, seusai mengikuti kegiatan kenduri sosial di Gedung ATC (Asian Treatment Center) Kota Tanjungbalai yang disenggarakan oleh Dinas Sosial Pemko Tanjungbalai, Jumat (28/8/2020),

Dalam kegiatan ini, TGB Syeikh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA selaku tokoh agama, didapuk untuk menyampaikan tausiyah dan memimpin doa.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial SH MH, para Alim Ulama, masyayikh, sejumlah ormas dan okp serta ribuan masyarakat binaan PKH, para orangtua jompo, kaum disabilitas dan anak yatim beserta kaum dhuafa lainnya.

Acara ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka peresmian Gedung ATC sebagai Panti Rehabilitasi pencandu narkoba yang dikelola oleh Yayasan ATC dengan pembina H Dika Nopandry SH.

Kenduri Sosial

Disebutkan TGB, dalam kerangka mekanisme sosial, kenduri menampung dan mepresentasikan banyak kepentingan. Dan itu semua dilebur menjadi satu tujuan yang dipersembahkan dalam munajat sosial. Kenduri mampu mempersatukan, bahkan semakin mempererat kesatuan itu.

BACA JUGA :  Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta Pengusaha Berempati pada Nasib Buruh

Pada intinya, kenduri merupakan mekanisme sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan sehingga cita-cita yang sejak semua dibuat diteguhkan kembali. Kenduri juga menjadi alat kontrol sosial untuk menjaga gerak dan arah dari cita-cita yang telah diperjuangkan bersama itu.

“Kiranya kenduri sosial dapat kita kembangkan menjadi kekuatan kultural dan kearifan lokal budaya bangsa kita,” ujar TGB.

Acara ini menjadi sedemikian penting dan khidmat karena juga dirangkai dengan pemberian tali asih dari Walikota. Kemudian tausyiah, dzikir dan doa yang dipandu oleh Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA dan masyayikh lainnya.

Dalam tausyiahnya, TGB menyampaikan bahwa mereka yang dekat dan selalu mengurus kaum lemah akan dekat bersama nabi di syurga dengan mengutip sejumlah hadits nabi Muhammad SAW.

”Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau (nabi) mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

Untuk itu TGB mengingatkan kepada seluruh organisasi sosial, tenaga kesejahteraan sosial, pekerja sosial dan mereka yang mengurus kaum-kaum lemah untuk tidak khawatir dan merasa jenuh, sebab Rasulullah dekat dengan mereka.

Kemudian TGB membacakan doa agar kiranya Kota Tanjungbalai diberikan keberkahan dan diturunkan rahmat yang berlipat ganda. Karena Kota Tanjungbalai adalah kota yang mensyiarkan dzikir seperti yang dilakukan oleh Dinas Sosial pada acara kenduri sosial ini.

BACA JUGA :  Penyertaan Modal kepada 4 BUMD Dinilai Belum Penuhi yang Disyaratkan PP 54

Kenduri Sosial

Wali Kota Tanjungbalai H Syahrial dalam sambutannya menyatakan sangat terharu dan apresiasi dengan kegiatan ini. Kenduri sosial menjadi terminologi kearifan lokal yang syarat dengan relasi emosional dan juga upaya untuk menyatukan hati agar senantiasa mengabdi kepada Ilahi dan berbakti kepada negeri.

“Dengan adanya kegiatan ini, kiranya para pekerja sosial dan tenaga kesejahteraan sosial dapat lebih meningkatkan fungsinya untuk memberikan informasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat para penerima bantuan sosial,” imbuh Syahrial.

Walikota juga meminta para alim ulama dan seluruh masyarakat untuk mendoakan Kota Tanjungbalai agar kiranya dijauhkan dari musibah dan wabah penyakit, terutama dari wabah virus covid-19.

Tak lupa, Syahrial juga mengajak masyarakat agar selalu waspada, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah dihimbau oleh pemerintah.

Acara kenduri sosial ini disempurnakan dengan dzikir yang dibawakan oleh pimpinan parsulukan Sei Raja, Syekh HM Ridwan Sitorus bersama para khalifah dan murid-murid persulukannya.

Para hadirin yang berhadir terlihat penuh takzim mendengar tausyiah dan doa serta mengikuti dzikir yang dipanjatkan, sehingga suasana menjadi penuh khidmat. (asa/has)

1,572 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *