TGB : Dukungan Politik UAS ke Akhyar-Salman, Jalan Kemenangan Pasangan Bobby-Aulia

Tuan Guru Batak
Tuan Guru Batak (TGB) Syekh H Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA, bersama Jubir pasangan Bobby-Aulia, Sugiat Santoso.

Asaberita.com – Medan – Beredarnya video dukungan politik Ustad Abdul Somad (UAS) kepada pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi, merupakan jalan kemenangan dan jalan keberkahan bagi pasangan Bobby Afif Nasution – Aulia Rachman sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan.

“Dukungan politik UAS ke Akhyar-Salman, malah akan menambah energi dan semangat para alim ulama, tokoh agama, ustad dan dai serta elemen lainnya yang berada dan bersama pasangan Bobby – Aulia, untuk memenangkan pasangan ini sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan”.

Demikian disampaikan Tuan Guru Batak (TGB) Syekh H Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA, kepada Asaberita.com, Rabu (2/12/2020), saat dimintai tanggapannya terkait beredarnya video dukungan UAS kepada pasangan Akhyar-Salman yang menenuinya saat berada di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Kenapa? Karena, ujar TGB, jika UAS saja yang bukan warga Kota Medan perduli pada pilihan politiknya, tentu para ulama, para ustadz, da’i dan muballigh yang merupakan warga Medan dan yang paling mengerti tentang Kota Medan, pasti akan semakinbersemangat, peduli, semakin terbuka, berani dan solid untuk mengajak masyarakat, keluarga dan jamaahnya masing-masing untuk memenangkan pasangan Bobby-Aulia.

“Karena, kitalah yang lebih memahami betul bagaimana problematika Kota Medan saat ini, dan kita yakin pasangan Bobby-Aulia akan mampu menyelesaikannya dan memajukan Kota Medan. Inilah yang saya maksud sebagai jalan kemenangan dan jalan keberkahan bagi pasangan Bobby-Aulia,” jelas Grand Mursyid Pengasuh Parsulukan Serambi Babussalam Simalungun dan Rumah Sufi dan Peradaban Kota Medan ini.

nst
BACA JUGA :  Horor Kudatuli di Medan (3)

Tuan Guru Batak

Lebih lanjut dinyatakan TGB, Pilkada yang digelar untuk memilih pemimpin suatu daerah, merupakan pesta demokrasi yang memgembirakan. Politik merupakan sebuah instrumen demokrasi, tapi jangan lupa politik juga sebagai instrumen dakwah. Karenanya harus saling mendoakan, saling menghormati, menjaga kerukunan, perdamaian, persaudaraan dan kesatuan umat serta bangsa.

Sebab, imbuhTGB, kedua pasangan yang maju sebagai calon walikota dan wakil walikota Medan, sama-sama pasangan muslim dan taat dalam menjalankan syariat agama. Sehingga isu-isu dengan menggunakan sentimen agama untuk mendiskreditnya pasangan calon lain, sangat tidak putut untuk dimainkan karena hanya akan menimbulkan perpecahan pada umat.

Lebih lanjut TGB, menegaskan bahwa yang diperlukan masyarakat dan umat itu adalah bagaimana program kolaborasi dari pasangan calon untuk bisa memajukan dan membawa keberkahan bagi Kota Medan.

“Karenanya, mari sama-sama kita ajak, kita yakinkan, kita pastikan keluarga, masyarakat dan jemaah kita untuk datang ke TPS masing-masing sesuai jadwal yang ditentukan penyelenggara Pilkada pada 9 Desember 2020 nanti, dan pilih calon yang diyakini paling mampu untuk membawa perubahan di Kota Medan kearah yang lebih maju, sejahtera dan berkah. Karena warga Kota Medan tidak hanya butuh aman, tetapi juga butuh kemajuan, kesejahteraan dan keberkahan,” tegas Dosen S3 Pasca Sarjana UINSU ini.

Tuan Guru Batak

Sebelumnya, sejumlah kalangan dan tokoh sangat menyayangkan dukungan UAS ke salah satu calon di Kota Medan, sebab kedua calon ini sama-sama muslim yang taat dan didukung Ulama dan para Ustadz. Namun dukungan UAS menimbulkan tendensi keummatan disatu pihak yang berpotensi membenturkan sesama umat, sebab UAS bukan lagi pada level dukung-mendukung seperti ini kecuali terkait dengan masalah akidah.

BACA JUGA :  Akhyar - Salman Ajukan Perselisihan Pilkada Medan ke MK

Terkait hal ini, Sugiat Santoso selaku Jubir Bobby-Aulia juga angkat bicara terkait dukungan UAS ini. Timses Bobby-Aulia menuding pasangan Akhyar-Salman telah menggunakan politik identitas di Pilkada Medan. “Ya memang kan penggunaan strategi yang mereka lakukan menggunakan politik identitas,” kata Jubir Timses Bobby-Aulia, Sugiat Santoso, seperti dilansir detik.com, Senin (30/11) lalu.

Sugiat mengatakan politik identitas tidak baik untuk demokrasi. Dia mengatakan harusnya pasangan Akhyar-Salman fokus dalam penanganan persoalan yang ada di Medan saat kampanye.

“Tapi kan itu tidak menyehatkan demokrasi, persoalan yang konkret terhadap masyarakat tidak pernah mereka bahas serius. Bagaimana Akhyar gagal menangani banjir, bagaimana Akhyar gagal menangani sampah,” ucapnya.

Sugiat juga menilai aneh jika pasangan Akhyar-Salman menggunakan politik identitas di Pilkada Medan. Menurutnya, Akhyar selama ini tidak pernah terlibat dalam kegiatan keagamaan yang pernah dilakukan oleh kelompok UAS. “Misalkan soal penggusuran masjid di Kota Medan, di mana Akhyar saat itu. Juga dalam konteks aksi 212, di mana posisi Akhyar saat itu,” tutur Sugiat. (asa)

 1,405 total views,  2 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *