UIN Malang PTKIN Terbanyak Menerima Mahasiswa Hafidz Alquran

Prof Dr Said Agil Husin Al Munawwar saat memberikan materi di hadapan dewan hakim MTQ yang digear LPTQ Sumut, di UPT Asrama Haji Medan, Jumat (13/12/2019). (foto/msj)

Asaberita.com – MEDAN – Menteri Agama RI Era Presiden Megawati Soekarno Putri, Prof Dr Said Agil Husin Al-Munawwar MA mengungkapkan, Universitas Islam Negeri Maulama Malik Ibrahim (UIN) Malang, Propinsi Jawa Timur, satu-satunya Perguruan Tinggi Kampus Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menerima mahasiswa terbanyak yang hafidz Alquran.

“Dari sekian banyak kampus, UIN Malang itu PTKIN terbanyak menerima mahasiswa hafidz Alquran. Jumlanya ada 2.200-an mahasiswa. Ini luar biasa,” kata Said Agil Husen Al-Munawwar saat memberikan pengarahan kepada peserta dewan hakim MTQ pada acara Penataran Dewan Hakim dan Panitera se-Sumatera Utara yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut, di UPT Asrama Haji Medan, Jumat (13/12/2019).

Penataran dan Pelatihan Dewan Hakim MTQ se-Sumatera Utara tersebut, menghadirkan pelatih dari LPTQ Nasional, khususnya pada cabang tilawah, fahmil, khat, cabang hafidz quran dan cabang M2IQ. Peserta pelatihan dewan hakim itu berasal dari seluruh LPTQ Kabupaten/Kota di Smuatera Utara.

BACA JUGA :  Seknas JOKOWI: Pemerintah Harus Pastikan Bantuan UMKM, Dibutuhkan Untuk Suplai Kebutuhan Warga Isoman

Said Agil mengatakan, tingginya minat mahasiswa hafidz Alquran ke UIN Malang karena pimpinan universitas tetap komitmen memberikan fasilitas beasiswa penuh kepada seluruh mahasiswa. Jumlahnya 2.200-an mahasiswa seluruhnya kuliah tanpa dikutip uang kuliah.

“Bayangkan, mahasiswa yang hafodz Alquran diberi beasiswa. Sampai-sampai Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyampaikan ke saya, jumlah 2.200-an hafidz ini uangnya memang banyak. UIN Malang harus mencari jalan keluarnya. Tapi, alhamdulillah, mereka tetap kuliah. Allah tetap memberikan jalan bagi para penghafidz Alquran mencari ilmu di UIN itu,” kata Said Agil.

nst

Ia merinci mahasiswa yang hafIdz Alquran yang diterima UIN Malang setiap tahunnya terus bertambah. Mereka menerima mahasiswa hafodz 10 juz, 20 juz dan 30 juz. Pihak universitas tidak pernah membatasi jumlah yang masuk. Mereka kata Said, dipersilakan memasuki fakultas mana sana untuk pilihan kuliahnya.

BACA JUGA :  Wisma Atlet Siap Tampung Pasien Covid-19, 10-000 Relawan Siap Bantu

“Ujian masuk testing. yang ditesting hanya hafal quran saja. Sekedar memperkuat calon mahasiswa yang masuk ke UIN Malang,” kata Said Agil.

Said Agil juga memberikan semangat agar mahasiswa terus menghapal Alquran. Karena melalui Alquranlah jalan komunikasi akan lebih kepada Allah SWT. ** (msj)

 1,877 total views,  4 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.