Menu

Otomatis
Breaking News

Organisasi

Rahudman Harahap Tekankan Penguatan Jati Diri Mahajaya dan Kolaborasi dengan Pemerintah

badge-check

Rahudman Harahap Tekankan Penguatan Jati Diri Mahajaya dan Kolaborasi dengan Pemerintah Perbesar

Rahudman Harahap Tekankan Penguatan Jati Diri Mahajaya dan Kolaborasi dengan Pemerintah

MEDAN — Ketua Dewan Pembina DPP Marga Harahap Se-Jagat Raya (Mahajaya), Drs. H. Rahudman Harahap MM., menegaskan pentingnya membangun jati diri organisasi berbasis kekerabatan yang solid, berakar kuat pada nilai budaya, serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Rahudman saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Mahajaya yang digelar di Emerald Garden Hotel, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu (3/5/2026).

Menurut Rahudman, Mahajaya tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya marga Harahap, tetapi juga berperan sebagai rumah besar yang menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta martabat leluhur.

“Mahajaya ini bukan sekadar organisasi. Ini adalah rumah kita bersama—tempat kita menjaga adat istiadat, budaya, dan nama baik leluhur,” ujarnya di hadapan ratusan pengurus dan anggota Mahajaya yang hadir.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang diwakili Sekretaris Kesbangpol Sumut Harry S.STP., M.Sc, Ketua Umum DPP Mahajaya Dr. H. Burhanuddin Harahap, Dewan Pakar Mahajaya Prof. Dr. Syahrin Harahap, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan undangan lainnya.

Tiga Pilar Penguatan Organisasi

Dalam arahannya, Rahudman menyampaikan tiga pesan utama sebagai fondasi penguatan Mahajaya ke depan.

Pertama, tanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap anggota harus mampu menjaga kehormatan organisasi di mana pun berada. “Identitas kita melekat dalam setiap tindakan. Karena itu, tanggung jawab moral harus dijaga,” tegasnya.

Kedua, regenerasi. Rahudman menilai pelestarian budaya dan adat istiadat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Ia mendorong pembentukan sanggar budaya, serta program pendidikan dan pelatihan sejarah marga Harahap.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program tersebut, termasuk penyediaan tempat dan fasilitas pelatihan.

Ketiga, manfaat. Rahudman mengingatkan bahwa keberadaan organisasi harus dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat luas. “Jika Mahajaya memberi manfaat, maka kehadirannya akan diterima di mana pun,” katanya.

Penguatan Jati Diri

Tekankan Kolaborasi dan Dukungan untuk Pemerintah

Selain itu, Rahudman juga menegaskan pentingnya membangun kolaborasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.

Menurutnya, sebagai organisasi kekerabatan yang memiliki jaringan luas, Mahajaya harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan melestarikan budaya.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri. Mahajaya harus hadir dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Dukung program-program pemerintah, jaga kekompakan, dan berikan kontribusi nyata sesuai kapasitas kita masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, khususnya di Sumatera Utara.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Sekretaris Kesbangpol Sumut, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Dikatakan Bobby, pemerintah berkepentingan dan mendorong kolaborasi antara organisasi kekerabatan seperti Mahajaya dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan sektor budaya dan pembangunan sosial di Sumatera Utara.

Ketua Umum Mahajaya, Dr. H. Burhanuddin Harahap, dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah pemersatu sekaligus motor penggerak pelestarian budaya.

Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Syahrin Harahap MA, yang mengulas makna halal bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan penampilan tarian budaya yang dibawakan oleh Sanggar Tari MAN 2 Medan, menambah nuansa kultural dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Mahajaya diharapkan tidak hanya menjadi simbol kekerabatan, tetapi juga tampil sebagai organisasi yang adaptif, berdaya guna, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.

(ABN/basri)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wali Kota Medan Apresiasi HUT ke-48 GM FKPPI, Lepas Ribuan Peserta Funwalk di Lapangan Merdeka

22 Sep 2026 - 09:15 WIB

Wali Kota Medan Apresiasi HUT ke-48 GM FKPPI, Lepas Ribuan Peserta Funwalk di Lapangan Merdeka

Lantik Pengurus Wilayah POKJALUH Sumut Periode 2026–2027, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Pemahaman Tupoksi Penyuluh Agama

22 Sep 2026 - 08:50 WIB

Lantik Pengurus Wilayah POKJALUH Sumut Periode 2026–2027, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Pemahaman Tupoksi Penyuluh Agama

Langkat Jadi Titik Akhir OREO Berbagi Seru, 7.000 Anak Rasakan Belajar Sambil Bermain

21 Sep 2026 - 16:34 WIB

Langkat Jadi Titik Akhir OREO Berbagi Seru, 7.000 Anak Rasakan Belajar Sambil Bermain

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

21 Sep 2026 - 14:38 WIB

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia

21 Sep 2026 - 14:28 WIB

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia
Sedang Hot Sumatera Utara