Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Peristiwa

Aktifitas PETI di Panabari Madina Diduga Makan Korban Jiwa, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

badge-check

Seorang pria asal Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yang dilaporkan bekerja di kawasan pertambangan Panabari, diduga meninggal dunia setelah berada di lokasi pertambangan. Perbesar

Seorang pria asal Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yang dilaporkan bekerja di kawasan pertambangan Panabari, diduga meninggal dunia setelah berada di lokasi pertambangan.

MANDAILING NATAL – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Panabari, wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali menjadi perhatian. Seorang pria asal Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, dilaporkan meninggal dunia setelah berada di kawasan pertambangan tersebut.

Informasi mengenai peristiwa itu diperoleh dari Syawaluddin, warga Desa Hutabaringin yang mengaku sebagai teman sekaligus mitra kerja korban. Menurut Syawaluddin, korban dalam beberapa waktu terakhir diketahui bekerja di kawasan pertambangan Panabari.

Syawaluddin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari istri korban, Leni Marlina, pihak keluarga sempat mendapat pemberitahuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pintu Padang Jae bahwa korban mengalami sakit saat berada di Padangsidimpuan.

Namun, informasi yang diterima keluarga kemudian berubah. Korban disebut mengalami insiden di lokasi pertambangan dan diduga tertimpa material longsor. Keterangan mengenai dugaan penyebab tersebut hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, jenazah tiba sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (9/8/2026).

Setelah mendapat persetujuan dari istri dan anak korban, jenazah kemudian dimakamkan. Biaya pemakaman disebut telah disepakati untuk ditanggung oleh pihak yang disebut sebagai pemilik alat berat di lokasi pertambangan.

Syawaluddin juga mengaku turut dalam proses pengantaran jenazah korban menuju Sumatera Barat untuk dimakamkan.

Polisi Belum Berikan Keterangan Resmi

Untuk memastikan informasi tersebut sekaligus memenuhi prinsip keberimbangan, wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kapolsek Batang Angkola mengenai dugaan adanya korban meninggal dunia di kawasan pertambangan Panabari.

Konfirmasi yang dimintakan antara lain terkait ada atau tidaknya laporan mengenai peristiwa tersebut, waktu dan lokasi kejadian, identitas korban, dugaan penyebab kematian, pemeriksaan terhadap lokasi kejadian, serta langkah kepolisian terkait aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin.

Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Kapolsek Batang Angkola mengenai peristiwa tersebut.

Karena itu, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan. Begitu pula dengan dugaan bahwa korban meninggal akibat tertimpa material longsor di lokasi pertambangan masih memerlukan verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

(ABN/Dedi Mulia)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Aktivis 98 Apresiasi Kritik Dino Patti Djalal soal MSCI, Dorong Pemerintah Perkuat Transparansi Pasar Modal

28 Okt 2026 - 14:17 WIB

Aktivis 98 Apresiasi Kritik Dino Patti Djalal soal MSCI, Dorong Pemerintah Perkuat Transparansi Pasar Modal

Wali Kota Binjai Serukan Pemuda Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Bangsa

28 Okt 2026 - 13:59 WIB

Wali Kota Binjai Serukan Pemuda Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Bangsa

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

28 Okt 2026 - 13:32 WIB

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

26 Okt 2026 - 15:25 WIB

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI

24 Okt 2026 - 07:36 WIB

Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI
Sedang Hot Hukum