JAKARTA — Penampilan jenaka dan memukau dari grup orkes Melayu asal Medan, Lebah Begantong, dalam acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, menuai apresiasi luas serta rasa bangga bagi masyarakat Sumatera Utara.
H. Hendra Cipta, SE., MM., mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian grup musik lokal asal Sumatra Utara tersebut yang sukses menghibur para tokoh bangsa, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir langsung dalam acara tersebut.
“Kehadiran dan penampilan Lebah Begantong di panggung nasional JICC malam ini adalah kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya keluarga besar PAN Sumut. Mereka tidak hanya membawa musik, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya pantun Melayu yang sarat makna dan jenaka ke hadapan Bapak Presiden dan para tokoh nasional,” ujar Hendra Cipta.
Dalam penampilannya, Lebah Begantong sukses mencairkan suasana dengan alunan musik khas Melayu dan bait pantun menggelitik yang menyapa para pejabat negara satu per satu.
Suasana semakin hangat ketika Presiden Prabowo Subianto secara khusus memenuhi permintaan personel Lebah Begantong untuk berfoto bersama di sela alunan lagu yang sedang berlangsung.
Menurut Hendra Cipta, momen ketika Presiden Prabowo mengajak foto bersama membuktikan bahwa seni budaya lokal dari daerah memiliki daya tarik yang kuat jika dikemas secara kreatif, sekaligus menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia yang mampu bersaing dengan budaya luar.
“Melihat Bapak Presiden Prabowo tersenyum, terhibur, bahkan memanggil mereka langsung untuk berfoto bersama adalah momen yang sangat berkesan dan membanggakan,” tambah Anggota DPRD Sumut tersebut.
Hendra juga menegaskan bahwa pelibatan kelompok seni seperti Lebah Begantong sejalan dengan tema HUT ke-28 PAN, yaitu ‘Gerak Cepat Bantu Rakyat’. Melalui tema ini, PAN berkomitmen untuk terus merangkul, mendukung, serta mengangkat potensi ekonomi kreatif dan seniman lokal agar mendapat panggung yang layak di tingkat nasional.
“Musisi dan seniman lokal Sumatera Utara harus kita dukung bersama agar bisa mewarnai dunia industri hiburan nasional. Kekayaan potensi seni budaya Sumatera Utara sangat baik dan kreatif, banyak tarian, lagu, dan tradisi budaya yang dapat kita gelorakan ke kancah nasional. Saya secara pribadi selalu mendukung seniman dan talent lokal Sumut,” kata Hendra, yang juga merupakan vokalis The Shadow Band yang lahir dari komunitas musik di Medan.
Acara puncak tasyakuran HUT ke-28 PAN di JICC Senayan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, jajaran menteri kabinet, serta para ketua umum partai politik koalisi pemerintahan.
Penampilan grup musik tradisional seperti Lebah Begantong di acara berskala nasional bukan sekadar hiburan semata, melainkan momentum penting bagi revitalisasi seni daerah. Musik Melayu dengan ciri khas irama pergam, dendang, dan celoteh pantun yang spontan terbukti ampuh menjembatani batas-batas formalitas dalam acara kenegaraan maupun politik.
Kehadiran unsur budaya lokal dalam agenda-agenda nasional juga mempertegas komitmen berbagai elemen bangsa dalam merawat identitas kebudayaan. Diharapkan, pencapaian Lebah Begantong ini dapat memicu motivasi bagi kelompok seni daerah lainnya dari seluruh pelosok Nusantara untuk terus berkreasi dan menembus industri hiburan Tanah Air.
























