MEDAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota melaksanakan sosialisasi pemahaman tentang program Magrib Mengaji kepada jamaah penerima bantuan di wilayah Kecamatan Medan Kota. Kamis, (15/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca Al-Qur’an serta menghidupkan kembali tradisi Magrib Mengaji di tengah kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Arahan dan sosialisasi disampaikan secara langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Kota, Drs. H. Rijal, MAP. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan diri membaca Al-Qur’an, khususnya setelah salat Magrib, sebagai salah satu bentuk pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Beliau juga mengajak para jamaah penerima bantuan untuk menjadikan kegiatan Magrib Mengaji sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Dengan membiasakan membaca Al-Qur’an, diharapkan tumbuh kecintaan terhadap kitab suci, meningkatnya pemahaman nilai-nilai keislaman, serta terbentuknya lingkungan masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Selain itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak dan generasi muda. Program Magrib Mengaji bukan hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan akhlakul karimah sejak dini.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Kota berharap para jamaah penerima bantuan dapat memahami serta menerapkan pesan-pesan yang disampaikan, sehingga manfaat pembinaan keagamaan dapat dirasakan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
KUA Kecamatan Medan Kota berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan pembinaan keagamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, program Magrib Mengaji diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.
(ABN/Imam Pratomo)






















