MEDAN — Atlet disabilitas intelektual Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara (Sumut) menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ketiga pertandingan, Sabtu (17/10), kontingen Sumut telah mengoleksi 12 medali, terdiri atas dua emas, enam perak, dan empat perunggu.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Penasihat SOIna Sumut, Drs. Syaiful Syafri, MM. Ia menilai perjuangan para atlet telah membawa nama Sumatera Utara ke panggung nasional sekaligus menunjukkan bahwa atlet disabilitas intelektual mampu berprestasi melalui kerja keras, semangat, dan kesempatan yang tepat.
Syaiful Syafri menyampaikan apresiasi itu kepada wartawan di Medan, Sabtu sore, setelah menerima laporan perkembangan prestasi kontingen SOIna Sumut yang berlaga pada 14–18 Oktober 2026 di Kupang.
Berdasarkan laporan tersebut, dua medali emas Sumut diraih melalui cabang olahraga bocce oleh Mikael Febrian, atlet dengan down syndrome, serta cabang renang 50 meter oleh Muhammad Abbas.
Sementara itu, enam medali perak dipersembahkan para atlet dari sejumlah nomor pertandingan. Mereka adalah Maruli Simarmata pada lari 400 meter, Muhammad Abbas pada renang 100 meter, serta Genardus Saman pada lompat jauh.
Adapun empat medali perunggu diraih Jhon Alek Sander pada lari 800 meter, Maruli Simarmata pada lari 800 meter, Cintya Laura pada senam bola dan pita, serta Muhammad Abbas pada renang 100 meter.
Menurut Syaiful, berdasarkan laporan Ketua Kontingen SOIna Sumut, August Sinaga, S.ST., MAP, yang didampingi Wakil Ketua Assoc. Prof. Dr. Renny Maisyarah, SE., Ak., M.Si., serta Sekretaris Mardi Panjaitan, S.Pd., para atlet telah berjuang maksimal untuk memberikan hasil terbaik bagi Sumatera Utara.
Ia mengapresiasi semangat para atlet yang tetap berjuang di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi kontingen selama mengikuti ajang nasional tersebut.
Syaiful juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumatera Utara yang telah memberikan doa dan dukungan sejak keberangkatan kontingen pada 13 Oktober 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi para atlet untuk bertanding dan membawa pulang prestasi.
Didampingi Ketua Umum DPP Generasi Muda Pujakesuma, Danu Prayitno, SE., MM., Wakil Ketua Umar, serta Bendahara Titik Agriyani, Syaiful menegaskan bahwa pencapaian 12 medali tersebut patut diapresiasi sebagai hasil perjuangan para atlet dan seluruh tim pendamping.
Meski kontingen berangkat dengan kondisi yang memprihatinkan, kata Syaiful, para atlet tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional.
Pesonas II 2026 di Kupang diikuti kontingen dari 25 provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi atlet disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, serta memperoleh kesempatan berkompetisi dan berprestasi.
“Sebagai Dewan Penasihat SOIna Sumut, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, pendamping, dan pimpinan kontingen yang telah berjuang membawa nama Sumatera Utara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama,” ujar Syaiful. (ABN/dan)






















