JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro 1957, Leriadi, S.Sos., M.Sos., menegaskan dukungannya kepada Bahlil Lahadalia untuk tetap fokus menjalankan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus mengemban tugas di pemerintahan.
Menurut Leriadi, di tengah berkembangnya berbagai isu politik, Bahlil membutuhkan ruang dan konsentrasi penuh untuk menjalankan dua tanggung jawab strategis tersebut. Energi, pemikiran, dan kapasitas kepemimpinannya harus diarahkan pada kerja nyata, baik dalam memperkuat Partai Golkar maupun menyukseskan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mendukung penuh Bahlil Lahadalia untuk tetap fokus menjalankan dua tanggung jawab besar tersebut. Jangan sampai berbagai polemik yang berkembang justru menghambat kerja dan agenda besar yang sedang dijalankan,” ujar Leriadi, Sabtu, 7 November 2026.
Ia menilai, tantangan Partai Golkar ke depan bukan terletak pada polemik internal, melainkan bagaimana memperkuat organisasi, menjaga soliditas kader, serta meningkatkan kinerja politik dalam menghadapi Pemilu 2029.
Karena itu, seluruh elemen partai diharapkan mengedepankan konsolidasi organisasi dan memperkuat kerja politik hingga ke tingkat akar rumput. Target peningkatan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan pada Pemilu 2029 harus menjadi salah satu prioritas utama.
“Memperkuat Partai Golkar, membangun soliditas dan konsolidasi organisasi, serta bekerja keras menambah perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 di semua tingkatan. Itulah pekerjaan penting yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Selain persoalan internal partai, Leriadi juga menyoroti tanggung jawab Bahlil dalam pemerintahan. Menurutnya, amanah di bidang energi dan hilirisasi merupakan tugas strategis yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam mendukung kebijakan dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah agenda penting yang perlu dikawal, antara lain memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, mempercepat program hilirisasi industri, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat.
Leriadi juga mengingatkan agar wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dan isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang belum terverifikasi disikapi secara cermat. Ia meminta agar berbagai narasi tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang menguras energi dan mengganggu konsentrasi organisasi.
“Abaikan berbagai narasi propaganda mengenai Munaslub Golkar maupun isu dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang belum terverifikasi. Jangan biarkan isu-isu yang belum jelas kebenarannya menguras energi dan mengganggu konsentrasi dalam menjalankan amanah,” katanya.
Lebih lanjut, Leriadi mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menjaga persatuan, memperkuat komunikasi internal, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun individu.
Menurutnya, soliditas merupakan modal penting bagi Golkar untuk mempertahankan kepercayaan publik sekaligus memperkuat posisi politik dalam menghadapi agenda demokrasi mendatang.
“Partai Golkar membutuhkan kerja nyata, bukan kegaduhan. Rakyat membutuhkan pengabdian, bukan pertikaian,” tutup Leriadi.
(ABN/BAS)





















