Scroll untuk baca artikel
#
Nasional

28 PTKIN Tolak Pengalihan Prodi Pendiri FDK ke Fakultas Lain

×

28 PTKIN Tolak Pengalihan Prodi Pendiri FDK ke Fakultas Lain

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi melakukan dialog terbuka terkait keilmuan dakwah dan komunikasi bersama para pakar dan asosiasi yang tergabung dalam Fordakom. (foto/msj)

 

BALIKPAPAN – Sebanyak 28 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menyatakan menolak pengalihan program studi pendiri Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), atau fakultas lain yang berada dalam rumpun ilmu dakwah dan komunikasi ke fakultas lain.

Penolakan tersebut mengemuka dalam dialog terbuka peserta Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) bersama para guru besar PTKIN yang selama ini konsen terhadap pengembangan ilmu dakwah dan komunikasi.

Dialog tersebut berlangsung di Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026), dalam rangkaian kegiatan Fordakom yang dihadiri para pimpinan fakultas, akademisi, dan perwakilan asosiasi keilmuan dan para guru besdaer dakwah dan komunikasi.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Fordakom Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A, Ketua Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag., serta sejumlah perwakilan asosiasi dalam rumpun ilmu dakwah dan komunikasi.

Adapun asosiasi yang terlibat antara lain perwakilan ASKOPIS, PAMDI/PAMHU/Prodi MD/MHU, PABKI/P2MI/Prodi BKI/PMI, serta unsur lain yang selama ini berperan dalam penguatan prodi-prodi dakwah dan komunikasi di lingkungan PTKIN.

BACA JUGA :  Transformasi Digital Layanan Pertanahan Diiringi Penguatan Aspek Keamanan dan Kepastian Hukum

Para peserta menilai, program studi seperti Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta Bimbingan dan Penyuluhan Islam/Bimbingan Konseling Islam (BPI/BKI), merupakan bagian historis dan akademik yang melekat pada keberadaan FDK.

Karena itu, pengalihan prodi-prodi tersebut ke fakultas lain dinilai tidak sejalan dengan sejarah pendirian, mandat keilmuan, serta kebutuhan pengembangan kelembagaan dakwah dan komunikasi Islam di Indonesia.

Delegasi PTKIN yang hadir dalam forum tersebut antara lain berasal dari UINSI Samarinda, UIN Purwokerto, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Manado, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Raden Fatah Palembang, UIN SMH Banten, UIN Suska Riau, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN STS Jambi, UINSA Surabaya, dan UIN Syahada Padangsidimpuan.

Selain itu, hadir pula delegasi dari UIN Alauddin Makassar, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Datokarama Palu, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sumatera Utara Medan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAIN Madura, UIN Walisongo Semarang, dan UIN Syekh Wasil Kediri.

Perwakilan lainnya berasal dari STAIN Meulaboh, IAIN Pontianak, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, UIN Salatiga, Universitas PTIQ Jakarta, IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Ambon.

BACA JUGA :  Layanan Pertanahan Berikan Dampak Nyata terhadap Penambahan Nilai Ekonomi di Indonesia

Ketua APDII Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag., menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah merekomendasikan pengalihan prodi eksisting yang berada di bawah rumpun ilmu dakwah dan komunikasi ke fakultas lain.

Menurutnya, hasil Kongres APDII dan temu Fordakom yang telah dikirimkan kepada Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI berisi rekomendasi penataan prodi FDK oleh Fordakom dan APDII, bukan pemindahan prodi-prodi FDK ke fakultas lain.

“Salah satu isi rekomendasi itu adalah penataan Prodi FDK oleh Fordakom-APDII. Program studi KPI, MD, PMI, BPI/BKI menjadi andalan fakultas ini dalam mempertahankan jumlah mahasiswa,” tegas Prof. Sulthon. ** MSJ

 

Tinggalkan Balasan