Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Peristiwa

Parit PTPN IV Adolina Meluap, Rumah Warga Dusun I Citaman Jernih Terendam

badge-check

Parit PTPN IV Adolina Meluap, Rumah Warga Dusun I Citaman Jernih Terendam Perbesar

Parit PTPN IV Adolina Meluap, Rumah Warga Dusun I Citaman Jernih Terendam

SERDANG BEDAGAI — Sejumlah rumah warga di Dusun I, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, kembali terendam banjir akibat luapan parit kebun milik PTPN IV Adolina. Warga menyebut parit yang menjadi saluran pembuangan limbah air Afdeling III itu kerap meluap meski hujan tidak terlalu deras.

Peristiwa banjir kali ini menambah panjang daftar bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai daerah. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem hingga akhir November, warga Citaman Jernih menilai penyebab banjir di wilayah mereka bukan faktor alam, melainkan buruknya pengelolaan drainase oleh perusahaan perkebunan negara tersebut.

“Hujan kemarin itu tidak terlalu lebat. Tapi air bisa sampai sepaha orang dewasa. Bukan karena sungai meluap, tapi karena parit kebun melimpah. Ya ke rumah kamilah airnya,” kata salah satu warga, Jumat (28/11).

Padahal, parit tersebut baru dinormalisasi kurang dari setahun lalu. Namun karena pengerjaan yang dinilai asal-asalan serta lemahnya pengawasan dari perangkat desa membuat proyek normalisasi itu gagal menjadi solusi. Alih-alih mengurangi risiko banjir, parit justru kembali menjadi sumber genangan.

Di tengah kondisi tersebut, warga secara swadaya mendirikan dapur umum untuk membantu keluarga yang terdampak. Inisiatif itu mendapat dukungan dari organisasi masyarakat GRIB serta relawan dari Dapur MBG, setelah sekolah setempat meliburkan siswa dan mengalihkan bantuan tenaga ke lokasi banjir.

Warga berharap PTPN IV Adolina menunjukkan kepedulian lebih nyata terhadap masyarakat sekitar, mengingat perusahaan BUMN tersebut kerap menerima berbagai penghargaan dalam operasionalnya.

Namun ketika dikonfirmasi, pihak desa menyampaikan bahwa bantuan dari PTPN IV baru dapat diberikan setelah adanya surat permohonan resmi dari kepala desa.

“Artinya warga seperti disuruh meminta dulu. Birokrasi seperti ini terasa sangat kaku dan tidak sesuai dengan situasi darurat,” keluh salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PTPN IV Adolina belum memberikan tanggapan atas peristiwa ini.

(ABN/Rivai Barus)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

26 Okt 2026 - 15:25 WIB

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI

24 Okt 2026 - 07:36 WIB

Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Abyadi Siregar: Warga Kuasai Lahan 30 Tahun, PTPN Tak Bisa Abaikan Hak Rakyat

22 Okt 2026 - 17:10 WIB

Abyadi Siregar: Warga Kuasai Lahan 30 Tahun, PTPN Tak Bisa Abaikan Hak Rakyat

Koordinasi dengan Pemkab, Kantah Toba Matangkan Persiapan Penyerahan Sertipikat PTSL 2026

22 Okt 2026 - 16:27 WIB

Koordinasi dengan Pemkab, Kantah Toba Matangkan Persiapan Penyerahan Sertipikat PTSL 2026

Itjen ATR/BPN Asistensi Pengisian LKE di Kantah Asahan, Perkuat Persiapan Raih Predikat WTAB 2026

21 Okt 2026 - 19:26 WIB

Itjen ATR/BPN Asistensi Pengisian LKE di Kantah Asahan, Perkuat Persiapan Raih Predikat WTAB 2026
Sedang Hot Sumatera Utara