Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Politik

PROJO Muda Sumut Dukung Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung

badge-check

PROJO Muda Sumut Dukung Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung Perbesar

PROJO Muda Sumut Dukung Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung

MEDAN — Ketua PROJO Muda Sumatera Utara, Irwansyah Hasibuan, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemilihan gubernur melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, sementara pemilihan bupati dan wali kota tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di Medan, Rabu (7/1/2026).

Irwansyah menilai skema tersebut sebagai langkah yang realistis dan sejalan dengan kebutuhan stabilitas pemerintahan daerah, tanpa menghilangkan hak demokratis rakyat di tingkat kabupaten dan kota.

“Saya sangat setuju jika pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD provinsi, sementara bupati dan wali kota tetap dipilih langsung oleh rakyat. Ini merupakan bentuk keseimbangan antara efektivitas pemerintahan dan kedaulatan rakyat,” ujar Irwansyah.

Sikap PROJO Muda Sumut ini sejalan dengan pandangan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang merespons perkembangan terbaru terkait kompromi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dalam skema tersebut, pemilihan gubernur dilakukan melalui DPRD provinsi, sedangkan bupati dan wali kota tetap dipilih langsung oleh rakyat, dengan pengecualian wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Arie menyatakan bahwa Projo dapat menerima dan menyetujui kompromi tersebut sebagai jalan tengah yang moderat di tengah dinamika politik nasional serta kebutuhan akan stabilitas pemerintahan daerah.

“Projo memandang kompromi ini sebagai solusi yang mengakomodasi berbagai kepentingan bangsa. Pemilihan gubernur melalui DPRD dapat memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif daerah, sementara pemilihan langsung bupati dan wali kota tetap menjaga kedaulatan rakyat di tingkat akar rumput,” kata Budi Arie.

Ia menegaskan bahwa penerapan mekanisme tersebut harus tetap berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan nilai-nilai demokrasi agar tidak menyimpang dari semangat reformasi.

“Yang terpenting bukan semata mekanismenya, melainkan bagaimana memastikan kepala daerah yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bebas dari praktik transaksional, dan mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi Arie menyampaikan bahwa Projo akan terus mengawal pembahasan kebijakan Pilkada agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional, stabilitas politik, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kompromi ini harus menjadi sarana untuk memperkuat demokrasi Pancasila, bukan melemahkannya. Efisiensi memang penting bagi pemerintah, tetapi kegembiraan rakyat jangan sampai dihilangkan. Rakyat tetap berhak untuk bergembira dalam demokrasi,” pungkasnya.

(ABN/Qhusyai)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Aktivis 98 Apresiasi Kritik Dino Patti Djalal soal MSCI, Dorong Pemerintah Perkuat Transparansi Pasar Modal

28 Okt 2026 - 14:17 WIB

Aktivis 98 Apresiasi Kritik Dino Patti Djalal soal MSCI, Dorong Pemerintah Perkuat Transparansi Pasar Modal

Wali Kota Binjai Serukan Pemuda Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Bangsa

28 Okt 2026 - 13:59 WIB

Wali Kota Binjai Serukan Pemuda Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Bangsa

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

26 Okt 2026 - 15:25 WIB

Kantah Toba Terima Kunjungan Balai POM, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

Abyadi Siregar: Warga Kuasai Lahan 30 Tahun, PTPN Tak Bisa Abaikan Hak Rakyat

22 Okt 2026 - 17:10 WIB

Abyadi Siregar: Warga Kuasai Lahan 30 Tahun, PTPN Tak Bisa Abaikan Hak Rakyat

Koordinasi dengan Pemkab, Kantah Toba Matangkan Persiapan Penyerahan Sertipikat PTSL 2026

22 Okt 2026 - 16:27 WIB

Koordinasi dengan Pemkab, Kantah Toba Matangkan Persiapan Penyerahan Sertipikat PTSL 2026
Sedang Hot Peristiwa