Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Gabriel Lydia, Wisudawati Kristen UMSU: Muhammadiyah Mengajarkan Toleransi dalam Perbedaan

×

Gabriel Lydia, Wisudawati Kristen UMSU: Muhammadiyah Mengajarkan Toleransi dalam Perbedaan

Sebarkan artikel ini
Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi, wisudawati beragama Kristen, diabadikan bersama Rektor UMSU, Prof Akrim (kedua kiri) serta orang tua wisudawati, seusai wisuda hari kedua, Rabu (24/6/2026).

MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menggelar wisuda periode pertama tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari dengan total 2.440 lulusan. Pada hari kedua, Rabu (24/6/2026), sebanyak 839 wisudawan mengikuti prosesi wisuda yang berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 237 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 431 lulusan, serta Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) 171 lulusan.

Hadir dalam prosesi tersebut Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum., Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si., Direktur Sekolah Pascasarjana, para dekan, ketua program studi, keluarga wisudawan, dan tamu undangan lainnya.

Di antara ratusan lulusan yang diwisuda, terdapat kisah menarik dari Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi, wisudawati beragama Kristen yang membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan di lingkungan kampus Muhammadiyah yang sarat dengan nilai-nilai Islam.

“Saya seorang Kristiani di kampus yang penuh dengan keislaman dan ciri khas kemuhammadiyahan. Tapi itulah Muhammadiyah, sangat toleran dan menghargai perbedaan,” ungkap Gabriel.

Ia mengaku sempat diliputi keraguan saat memutuskan kuliah di UMSU. Kekhawatiran itu muncul karena persepsi sebagian orang mengenai kampus berbasis Islam.

“Saya pernah ragu ketika masuk UMSU, apakah saya akan dibedakan. Sebelumnya saya seorang guru minggu. Saya bertanya-tanya apakah keimanan saya akan hilang di lingkungan yang sangat Islami,” tuturnya.

Namun, keraguan tersebut sirna setelah merasakan langsung suasana kampus yang inklusif dan penuh penerimaan.

“Ternyata saya disambut hangat dan tidak dibedakan. Bahkan orang tua saya mempercayakan dua anaknya untuk kuliah di sini,” katanya.

Menurut Gabriel, pengalaman yang ia rasakan selama kuliah menjadi bukti nyata bahwa nilai Islam rahmatan lil alamin benar-benar diterapkan dalam kehidupan kampus.

BACA JUGA :  Ketika Keberanian Menjadi Awal dari Segala Prestasi

“Di saat yang lain memilih berdebat tentang kebenaran agama masing-masing, Muhammadiyah justru menjadikan perbedaan sebagai ruang diskusi yang memperkaya pengetahuan,” ujarnya.

Ia pun menutup pesannya dengan ungkapan syukur dan harapan.
“Rahmatan lil alamin betul-betul saya rasakan di UMSU. Terima kasih UMSU yang telah menerima saya dengan hangat. Semoga langkah kita dipenuhi kesuksesan dan keberkahan. Pendidikan yang sesungguhnya selalu memiliki ruang bagi semua manusia,” katanya.

Selain Gabriel, wisudawati berprestasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Anggita Sari Rangkuti, yang merupakan finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional, turut menyampaikan pesan inspiratif kepada para lulusan.

“Hidup tidak meminta kita mengetahui seluruh jawabannya terlebih dahulu, tetapi meminta kita berani melangkah. Tidak semua perjalanan besar dimulai dengan peta yang sempurna, melainkan dari keberanian untuk berkata, ‘saya coba dulu’,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga yang hadir. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak terlepas dari pengorbanan orang tua.

“Di balik setiap toga terdapat air mata pengorbanan. Ada perjuangan orang tua yang bekerja keras agar anak-anaknya bisa sampai pada titik ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan berbagai capaian akademik dan pengakuan internasional yang diraih UMSU, mulai dari pemeringkatan QS Stars, THE Impact Ranking, World University Ranking hingga pengakuan Malaysia Qualifications Agency (MQA). Selain itu, empat program studi juga telah meraih akreditasi internasional FIBAA, masing-masing dua program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta dua program studi di Fakultas Agama Islam.

Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., mengaku bangga atas terselenggaranya wisuda yang menunjukkan proses akademik berjalan dengan baik.

BACA JUGA :  Pangdam I/BB Hadirkan Ketenangan di Tengah Demo, Bapera Sumut: Ini Contoh Nyata Sinergi Rakyat dan Aparat!

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Artinya proses akademik di UMSU berlangsung dengan baik dan menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga optimistis target UMSU menjadi world class university sebelum tahun 2033 dapat tercapai dengan dukungan seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan.

“Kami berharap cita-cita UMSU menjadi world class university sebelum 2033 dapat terwujud dengan dukungan seluruh pihak,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Koordinator/Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Prof. Dr. Abdullah Jamil, M.A. Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih UMSU, khususnya Fakultas Agama Islam, menunjukkan arah kemajuan yang konsisten.

“Capaian ini sejalan dengan jati diri dan semangat kemajuan yang terus dibangun UMSU. Inilah modal penting untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan kualitas institusi di masa depan,” ujarnya.

Pada wisuda periode pertama ini, Rektor UMSU juga memberikan beasiswa alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana kepada dua lulusan berprestasi, yakni Gabriel Lydia Hotmadia Sianturi dan Anggita Sari Rangkuti.

Selain itu, UMSU turut memberikan apresiasi kepada para wisudawan internasional yang berasal dari Kamboja dan Thailand yang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, serta Fakultas Agama Islam. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan