Scroll untuk baca artikel
#
NasionalPeristiwaSumatera Utara

Deli Serdang dan Bandung Bangun Aliansi Strategis, Percepat Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Industri

×

Deli Serdang dan Bandung Bangun Aliansi Strategis, Percepat Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Industri

Sebarkan artikel ini
Bangun Aliansi Strategis
Deli Serdang dan Bandung Bangun Aliansi Strategis, Percepat Transformasi Digital dan Pengembangan Kawasan Industri

DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Kota Bandung resmi membangun kemitraan strategis untuk mempercepat transformasi digital pemerintahan, memperkuat komunikasi publik, serta mengembangkan kawasan industri dan wilayah penyangga bandara. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (3/7/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, serta disaksikan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan jajaran perangkat daerah dari kedua pemerintah.

Kesepakatan ini menjadi langkah awal kolaborasi dua daerah yang memiliki karakteristik dan potensi berbeda, namun sama-sama berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang modern, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kapasitas masing-masing daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian kedua daerah adalah penguatan sektor komunikasi dan informatika, terutama dalam penerapan pemerintahan berbasis digital (digital government) dan pengembangan strategi komunikasi publik yang cepat, transparan, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kerja sama ini menjadi momentum untuk saling belajar dan memperkuat kapasitas masing-masing daerah. Kami ingin menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus membangun komunikasi publik yang terbuka dan akuntabel,” ujar Bupati.

Selain transformasi digital, Deli Serdang juga menjadi rujukan bagi Kota Bandung dalam pengembangan kawasan strategis. Pengalaman Deli Serdang dalam mengelola kawasan industri, mendorong investasi, hingga mengembangkan wilayah penyangga Bandara Internasional Kualanamu dinilai memiliki nilai strategis yang dapat diadaptasi oleh Kota Bandung.

BACA JUGA :  Kanwil BPN Sumut dan DPRD Simalungun Bahas Permasalahan Pertanahan, Dorong Solusi Berkeadilan

Bupati berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat. Dengan semangat saling belajar dan saling menguatkan, kita optimistis akan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa terdapat dua agenda besar yang menjadi prioritas dalam kerja sama tersebut.

Pertama, Pemerintah Kota Bandung ingin memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital melalui pertukaran pengalaman di bidang komunikasi dan informatika. Kedua, Kota Bandung ingin mempelajari keberhasilan Deli Serdang dalam mengelola kawasan industri dan kawasan penyangga Bandara Internasional Kualanamu.

“Ada dua hal yang sangat penting. Pertama, kerja sama di bidang komunikasi, terutama dalam menjalankan pemerintahan berbasis digital dan komunikasi publik. Kedua, kami ingin belajar dari Deli Serdang mengenai pemanfaatan kawasan industri, termasuk pengelolaan kawasan penyangga Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, pengalaman Deli Serdang sangat relevan dengan rencana Kota Bandung yang tengah mempersiapkan kembali pengoperasian Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah Kota Bandung ingin memperoleh gambaran mengenai berbagai potensi sekaligus tantangan yang mungkin muncul dalam pengembangan kawasan sekitar bandara agar kebijakan yang disusun lebih komprehensif.

BACA JUGA :  Bulungan Gerakkan Bahasa Isyarat untuk Semua, Putus Rantai Ketidaksetaraan Komunikasi

Tidak hanya itu, Kota Bandung juga ingin mempelajari pengalaman Deli Serdang dalam mempercepat pemulihan pascabencana sebagai bagian dari pembangunan daerah yang tangguh dan memiliki tingkat resiliensi tinggi.

“Kami ingin memahami berbagai potensi maupun tantangan yang mungkin menjadi blind spot dalam pengembangan kawasan sekitar bandara. Selain itu, kami juga ingin belajar bagaimana Deli Serdang mampu bangkit pascabencana sebagai bagian dari upaya membangun kota yang tangguh dan memiliki resiliensi yang tinggi,” ungkapnya.

Melalui nota kesepahaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Kota Bandung sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama ini melalui berbagai program konkret, mulai dari penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan kawasan strategis, hingga pertukaran inovasi antardaerah.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antarpemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu menarik investasi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

(ABN)

Tinggalkan Balasan