MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi pionir implementasi SatuMu, platform digital terpadu milik Persyarikatan Muhammadiyah, di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu yang digelar oleh Tim SatuMu Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Senin (27/7).
Kegiatan ini dihadiri Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut Dr. Irwan Syahputra, M.A., Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mutholib, M.M., Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Dr. Marah Doli Nasution, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian, dan Internasionalisasi Dr. Rudianto, M.Si., para dekan, kepala biro, Tim SatuMu PW Muhammadiyah Sumut, serta sekitar 400 tenaga kependidikan UMSU.
Sebagai kampus pertama yang mengimplementasikan SatuMu di lingkungan PTMA, UMSU diharapkan menjadi motor penggerak keberhasilan program tersebut di Sumatera Utara.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menjelaskan bahwa SatuMu merupakan platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah melalui integrasi data keanggotaan, organisasi, iuran, serta berbagai layanan lainnya dalam satu sistem.
“UMSU harus menjadi bagian dari upaya menyukseskan SatuMu. Karena itu, seluruh dosen dan tenaga kependidikan perlu mendukung program ini dengan segera melakukan migrasi ke E-KTAM,” ujar Akrim.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, PW Muhammadiyah Sumatera Utara, serta Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) yang telah mendampingi UMSU dalam proses sosialisasi dan implementasi SatuMu.
Sementara itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut Dr. Irwan Syahputra, M.A., menjelaskan bahwa SatuMu merupakan sistem manajemen keanggotaan yang terintegrasi hingga tingkat ranting. Setiap anggota Muhammadiyah akan memiliki identitas digital (ID) yang terhubung dengan profil keanggotaan, aktivitas organisasi, serta kontribusi iuran.
Menurutnya, SatuMu juga menjadi bagian dari modernisasi tata kelola organisasi, termasuk untuk proses pendirian dan pengesahan struktur baru, mutasi kewenangan, hingga distribusi iuran anggota secara transparan dan terverifikasi.
“Sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Sumatera Utara harus memastikan Program SatuMu berjalan sukses,” tegas Irwan didampingi Wakil Ketua MPI PW Muhammadiyah Sumut Eko Purwanto.
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mutholib, M.M. Ia menegaskan pentingnya pemenuhan kewajiban anggota Muhammadiyah, mulai dari menjalankan ajaran Islam, menjaga nama baik persyarikatan, menaati keputusan organisasi, hingga membayar iuran dan infak.
Menurutnya, melalui SatuMu, pengelolaan iuran anggota akan semakin transparan dengan distribusi yang terstruktur, yakni 5 persen untuk PP Muhammadiyah, 10 persen PWM, 15 persen PDM, 25 persen PCM, dan 45 persen PRM.
Sementara itu, Wakil Sekretaris MPI PP Muhammadiyah yang juga Tim Sosialisasi SatuMu PP Muhammadiyah, M. Amir Nashiruddin, M.Si., mengapresiasi langkah UMSU yang menjadi kampus pertama menginisiasi sosialisasi dan implementasi SatuMu di lingkungan PTMA.
“UMSU menjadi pionir pelaksanaan implementasi SatuMu di PTMA,” ujarnya.
Amir menambahkan, ke depan pemegang kartu anggota Muhammadiyah digital (E-KTAM) juga akan memperoleh berbagai manfaat. Saat ini PP Muhammadiyah tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar E-KTAM dapat digunakan pada berbagai layanan dan fasilitas publik di Indonesia. (SC08)












