ASABERITA.COM, TAPANULI TENGAH — Kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak korban bencana kembali ditunjukkan secara nyata. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI Prof. Atip Latipul Hayat, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) K.H. Dr. Jeje Zainuddin, M.Ag., turun langsung meninjau sekolah terdampak banjir di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
Dalam peninjauan tersebut, keduanya meresmikan penggunaan fasilitas ruang kelas darurat. Langkah ini menjadi wujud komitmen sinergis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mengawal serta menjamin keberlangsungan hak pendidikan bagi para siswa di kawasan terdampak musibah.
Kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari itu turut didampingi Ketua Pengurus Wilayah (PW) PERSIS Sumatera Utara yang juga Anggota DPD RI asal Sumut, K.H. Muhammad Nuh, M.SP. Kehadiran rombongan disambut jajaran Kemendikdasmen, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta para tokoh masyarakat dan ulama setempat.
Adapun sarana pembelajaran darurat yang diresmikan dipusatkan di SMP INSANI Sorkam. Fasilitas ini didirikan melalui kerja sama Kemendikdasmen RI dan PERSIS guna memastikan nyala proses belajar mengajar tidak padam, kendati bangunan sekolah mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir.
Ketua PW PERSIS Sumut, K.H. Muhammad Nuh, M.SP., menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan respons cepat pemerintah terhadap pemulihan sektor pendidikan di wilayah Sumut yang tertimpa bencana. Ia menilai kehadiran kelas darurat ini sebagai solusi konkret agar anak-anak tidak kehilangan hak dasarnya dalam memperoleh ilmu.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran ruang kelas darurat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana,” tegas legislator senior asal Sumut tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Tim Pembangunan Ruang Kelas Darurat sekaligus Ketua PD PERSIS Kota Medan, Joko Imawan, S.Pd.I., M.M., membeberkan bahwa kolaborasi keumatan dan pemerintah ini terus diperluas untuk menjangkau titik-titik bencana lainnya.
Menurut Joko, saat ini sudah ada 7 ruang kelas darurat yang selesai didirikan dan telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh para siswa untuk kegiatan belajar. Pihaknya kini tengah mengebut pembangunan belasan unit kelas darurat tambahan.
“Sebanyak 18 ruang kelas darurat lainnya sedang berlangsung pembangunannya di Kabupaten Langkat, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, dan selanjutnya akan dilanjutkan di Kabupaten Pasaman,” terang Joko Imawan.
Ia berharap ikhtiar ini menjadi benteng pelayanan pendidikan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan bencana alam.
Sementara itu, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latipul Hayat menekankan bahwa pendirian ruang kelas darurat merupakan langkah transisi. Ia menginstruksikan agar proses rehabilitasi gedung sekolah permanen segera direalisasikan demi kenyamanan belajar anak-anak.
“Ruang kelas darurat ini harus segera dipermanenkan agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan memperoleh lingkungan belajar yang layak. Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh fasilitas yang memadai,” tegas Prof. Atip.
Wilayah pesisir barat Sumatera Utara seperti Tapanuli Tengah kerap menghadapi tantangan iklim dan luapan air sungai yang merusak infrastruktur dasar. Ketika bencana melanda, sarana pendidikan kerap menjadi korban utama. Respons cepat lewat penyediaan kelas sementara sangat krusial untuk mencegah trauma memanjang pada peserta didik serta meminimalkan risiko putus sekolah (drop out) akibat lumpuhnya fasilitas umum.
Inisiatif kolaboratif antara Kemendikdasmen dan ormas Islam seperti PERSIS menjadi cermin pentingnya konsolidasi sosial dalam penanganan pascabencana. Sinergi ini membuktikan bahwa peran aktif lembaga keagamaan dan kemasyarakatan mampu memotong jalur birokrasi, sehingga bantuan sarana pendidikan dapat dihadirkan secara cepat, tepat, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh umat di daerah terpencil.
- Peduli Pendidikan Korban Bencana, Wamen Dikdasmen dan Ketum PP PERSIS Resmikan Kelas Darurat di Tapteng – Agustus 5, 2026
- Teguh Santosa Lantik Pengurus JMSI DKI Jakarta, Dorong Organisasi Solid dan Pers Berkualitas Hadapi Era Digital – Agustus 5, 2026
- Anto Genk: Pernyataan Presiden soal “Londo Ireng” Jangan Ditafsirkan Keliru, JMSI Tegaskan Komitmen pada Jurnalisme Profesional – Agustus 5, 2026












