Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Kuliah Umum di UMSU, Deputi Kemenkop Tegaskan KMP Solusi Konkret Tekan Kemiskinan

×

Kuliah Umum di UMSU, Deputi Kemenkop Tegaskan KMP Solusi Konkret Tekan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, S.E., M.M bertukar cenderamata pada kuliah umum bertajuk “Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas dari Kemiskinan” di UMSU, Kamis (30/4), di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri, Medan.

MEDAN — Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, S.E., M.M, menegaskan Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan solusi konkret untuk menekan kemiskinan desa.

Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum bertajuk “Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas dari Kemiskinan” di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis (30/4), di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri, Medan.

Kegiatan ini dibuka Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si. Turut hadir Anggota DPRD Sumatera Utara Defri Noval Pasaribu, S.E., M.SP, pimpinan fakultas, alumni, serta mahasiswa lintas fakultas.

Dalam paparannya, Panel Barus menyinggung visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 yang ditopang bonus demografi.
“Indonesia memiliki target menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi lima besar dunia. Itu hanya bisa dicapai jika dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya angka kemiskinan di desa masih menjadi tantangan serius.
“Salah satu penghambat Indonesia Emas adalah kemiskinan desa. Jika tidak bisa ditekan hingga di bawah satu persen, cita-cita itu sulit terwujud,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di desa sebagai langkah strategis nasional.
“Koperasi desa harus mampu menjawab tiga persoalan utama, yakni menyediakan sembako murah, layanan simpan pinjam berbunga ringan agar masyarakat tidak terjerat rentenir, serta memperkuat sistem distribusi melalui gudang dan transportasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  USU Salurkan Bantuan dan Beri Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Banjir

Ia juga menyoroti mahalnya biaya distribusi dan logistik sebagai salah satu penyebab utama kemiskinan di desa.
Kuliah umum ini menjadi ruang diskusi strategis terkait peran koperasi dalam mendorong kesejahteraan desa sekaligus menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Panel Barus yang juga merupakan alumni dan aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU tahun 1997.

“Banyak alumni UMSU yang sukses di berbagai bidang. Ini membuktikan kualitas kader yang dimiliki kampus ini,” ujarnya.

Ia juga memaparkan progres pembangunan Kampus Terpadu UMSU di Sampali, Percut Sei Tuan, yang ditargetkan rampung pada 2027.

“Kampus ini akan menjadi lokasi Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kami berharap masukan dari Pak Deputi untuk pengembangannya,” katanya.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program Astacita Presiden, termasuk penguatan koperasi desa.

“Kami siap mendukung pembangunan koperasi sebagai bagian dari upaya menciptakan desa makmur bebas kemiskinan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lapas Kelas I Medan Gelar Tasyakuran HBP ke-62, Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

Ia juga mendorong alumni dan civitas akademika untuk berperan aktif dalam program tersebut.

“Antusiasme sangat tinggi. Ini menjadi momentum untuk bergerak bersama,” pungkasnya.

Tinjau Kampus Terpadu

Selain menjadi narasumber, Panel Barus bersama Defri Noval Pasaribu dan sejumlah alumni turut meninjau progres pembangunan auditorium dan sport hall Kampus Terpadu UMSU di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deliserdang.
Panel Barus mengaku terkesan dengan pembangunan auditorium berkapasitas 7.000 orang dan sport hall berkapasitas 2.500 orang.

“Ini menunjukkan UMSU terus bertransformasi dalam menyiapkan SDM unggul,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Defri Noval Pasaribu yang mengaku bangga sebagai kader Muhammadiyah atas perkembangan UMSU.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Agussani juga memaparkan sejarah lahan serta progres pembangunan kampus terpadu beserta fasilitas pendukungnya. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *