Scroll untuk baca artikel
#
PendidikanPeristiwaSumatera Utara

Lomba Marturi Jadi Wadah Tanamkan Cinta Budaya Mandailing kepada Generasi Muda di Siabu

×

Lomba Marturi Jadi Wadah Tanamkan Cinta Budaya Mandailing kepada Generasi Muda di Siabu

Sebarkan artikel ini
Lomba Marturi
Seorang peserta dari SMPN 2 Sihepeng tampil membawakan cerita rakyat dalam lomba Marturi pada ajang Perlombaan Antarsekolah se-Kecamatan Siabu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (8/8/2026), di Aula Kantor Camat Siabu.

MANDAILING NATAL — Perlombaan antar sekolah se-Kecamatan Siabu dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pencarian bakat pelajar, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Salah satunya melalui lomba Marturi (bercerita/cerita rakyat) yang digelar di Aula Kantor Camat Siabu, Sabtu (8/8/2026). Lomba tersebut menghadirkan sejumlah cerita rakyat dan nilai-nilai budaya Mandailing sebagai materi yang ditampilkan para peserta didik.

Kepala SMP Negeri 2 Sihepeng Ahmad Jumadi, S.Pd., turut menyaksikan langsung penampilan anak didiknya dalam lomba Marturi. Ia mengatakan, lomba Marturi memiliki tujuan penting, yakni menghadirkan kembali rasa cinta terhadap budaya daerah di kalangan generasi muda.

Para pelajar didorong untuk mengenal cerita rakyat yang berkembang di Mandailing Natal, seperti kisah Sampuraga, cerita Marga Nasution, Marga Pulungan, serta berbagai cerita dan sejarah marga lainnya.

“Tujuan kita bagaimana menghadirkan rasa cinta budaya kepada anak-anak. Mereka kita ajak mengenal cerita rakyat Mandailing Natal, seperti cerita Sampuraga, Marga Nasution, Marga Pulungan dan cerita-cerita lainnya,” ujar Ahmad Jumadi.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju perlombaan tingkat Kabupaten Mandailing Natal. Para peserta yang berhasil meraih juara di tingkat Kecamatan Siabu nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Siabu pada tingkat kabupaten.

Ia menjelaskan, dari 11 jenis perlombaan yang dipertandingkan, para siswa SMP Negeri 2 Sihepeng mengikuti seluruh kegiatan dengan menempatkan siswa sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.

BACA JUGA :  Farianda dan Rianto Siap Bersaing di Konferensi PWI Sumut, Komitmen Jaga Persaudaraan Mengemuka di Rakerda JMSI

“Dari 11 item lomba, murid kami mengikuti semuanya. Kita ambil murid-murid sesuai kemampuan dan potensi mereka di bidang masing-masing. Ini menjadi ajang untuk mengembangkan bakat sekaligus membuat kita bangga sebagai anak Mandailing,” katanya.

Ahmad Jumadi juga mengaku terkesan melihat penampilan para siswanya dalam lomba Marturi. Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui secara langsung proses latihan yang dilakukan para peserta sebelum tampil.

“Mengenai aksi murid saya tadi, saya merasa kagum. Saya tidak pernah melihat mereka latihan, tetapi setelah melihat penampilan mereka ternyata sangat bagus. Memang, kalau kita bina semua anak-anak ini, mereka bisa berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Siabu Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan berbagai perlombaan antar sekolah se-Kecamatan Siabu, khususnya lomba Marturi.

Menurutnya, Marturi bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara, melainkan menjadi media edukasi untuk memperkenalkan, melestarikan sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan cerita rakyat daerah.

“Lomba Marturi ini sangat positif. Anak-anak kita tidak hanya dituntut untuk berani tampil di depan umum, tetapi juga diajak mengenal kembali cerita-cerita rakyat dan budaya yang menjadi bagian dari jati diri kita,” ujar Ahmad Fadhlan.

BACA JUGA :  BKPSDM Deli Serdang Pastikan Proses Kenaikan Pangkat ASN Transparan

Ia menilai kegiatan pelestarian budaya menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan kuatnya pengaruh media digital terhadap kehidupan anak-anak.

Menurutnya, generasi muda harus tetap mengetahui, memahami, dan menghargai budaya lokal yang diwariskan para orang tua dan leluhur.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal budaya dari luar daripada cerita dan budaya daerahnya sendiri. Karena itu, kegiatan seperti ini harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Selain lomba Marturi, perlombaan antar sekolah se-Kecamatan Siabu dalam rangka HUT ke-81 RI juga mempertandingkan berbagai cabang lainnya, yakni maraton, futsal, tari kreasi, senam etnis Mandailing, cerdas cermat, engrang, deville, terompah panjang, vocal solo, dan karnaval.

Rangkaian perlombaan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan siswa-siswi berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang percaya diri, kreatif, mencintai budaya daerah, serta mampu mengharumkan nama Kecamatan Siabu di tingkat Kabupaten Mandailing Natal.

(ABN/Dedi Mulia)

Tinggalkan Balasan