PADANG LAWAS – Sebanyak 10 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal yang tergabung dalam Kelompok 18 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gonting Julu, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas. Program KKN tersebut berlangsung sejak 2 Juli hingga 20 Agustus 2026.
Ketua Kelompok 18 KKN STAIN Mandailing Natal, Aldi Muhammad Tohir, mengatakan bahwa salah satu fokus utama pengabdian mereka adalah meningkatkan pemahaman keagamaan remaja melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Desa Gonting Julu.
“Guna meningkatkan nilai-nilai Islam sejak dini, kami dari Kelompok 18 melaksanakan edukasi thaharah, praktik ibadah, dan program Magrib Mengaji bagi remaja di Desa Gonting Julu sejak 2 Juli 2026,” ujar Aldi melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/8/2026).
Adapun anggota Kelompok 18 KKN STAIN Mandailing Natal terdiri atas:
Aldi Muhammad Tohir, Gilang Ramadan, Ahsan Anggitta Rapollo, Lily Muthia Arini, Nurhafifah, Nur Latifah, Yenni Atikah, Nurmina Wati Harahap, Nurul Paizah, Vina Lestari.
Aldi menjelaskan, program kerja keagamaan tersebut dipusatkan di Masjid Raya Nurul Imam Desa Gonting Julu dengan sasaran utama kalangan remaja. Kegiatan difokuskan pada tiga program, yaitu edukasi thaharah, praktik ibadah, dan Magrib Mengaji.
Menurutnya, program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman ibadah yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sesuai dengan syarat dan rukun yang benar menurut syariat Islam.
Dalam sesi edukasi thaharah, para mahasiswa memberikan materi secara interaktif mengenai tata cara bersuci, mulai dari wudu, tayamum, hingga mandi wajib bagi remaja yang memasuki masa pubertas. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik ibadah, termasuk memperbaiki gerakan dan bacaan salat agar lebih khusyuk dan tuma’ninah.
Selain itu, mahasiswa KKN juga menghidupkan kembali budaya Magrib Mengaji. Setiap selesai salat Magrib hingga menjelang Isya, para remaja diajak belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, serta makharijul huruf di masjid dan musala setempat.
“Kami ingin mendampingi adik-adik remaja di Desa Gonting Julu agar semakin mantap dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Thaharah merupakan kunci sahnya salat, sedangkan Magrib Mengaji adalah tradisi baik yang harus terus dijaga bersama,” tutur Aldi.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan tokoh agama setempat. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu memberikan semangat baru bagi anak-anak dan remaja untuk lebih aktif memakmurkan masjid serta memperdalam ilmu agama.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Kelompok 18 KKN STAIN Mandailing Natal berharap nilai-nilai keislaman semakin tertanam dalam diri generasi muda Desa Gonting Julu sehingga menjadi bekal moral yang kuat dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
(ABN/Dedi Mulia)
- Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT – Agustus 5, 2026
- Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan – Agustus 5, 2026
- Kementerian ATR/BPN, KPK, dan Pemda Jawa Barat Sepakati Kerja Sama dalam Upaya Pencegahan Korupsi serta Penguatan Ekonomi Daerah – Agustus 5, 2026












