Scroll untuk baca artikel
#
NasionalPeristiwaSumatera Utara

Perempuan Jadi Kunci Daya Saing Daerah, TP PKK Deli Serdang Dorong Inovasi dan Kepemimpinan di Era Digital

×

Perempuan Jadi Kunci Daya Saing Daerah, TP PKK Deli Serdang Dorong Inovasi dan Kepemimpinan di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Women Program
Perempuan Jadi Kunci Daya Saing Daerah, TP PKK Deli Serdang Dorong Inovasi dan Kepemimpinan di Era Digital

DELI SERDANG – Penguatan kapasitas perempuan dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan pembangunan. Karena itu, perempuan didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi, pembangunan, dan perubahan sosial.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Women Program bertajuk Penguatan Peran Perempuan Meningkatkan Daya Saing Daerah yang digelar sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Gedung Institut Kesehatan Medistra (IKM Hall), Lubuk Pakam, Kamis (2/7/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan tidak lagi hanya berperan di lingkungan keluarga, tetapi juga menjadi aktor penting dalam pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Perempuan merupakan pilar utama dalam pembangunan. Tidak hanya sebagai pendidik pertama di keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pelaku usaha, pemimpin komunitas, dan agen perubahan sosial. Karena itu, peningkatan daya saing perempuan merupakan investasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan daerah yang maju,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keterlibatan aktif perempuan di berbagai sektor. Melalui gerakan PKK, berbagai program pemberdayaan terus diperkuat, mulai dari peningkatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Menurut Jelita, transformasi digital juga membuka peluang yang semakin luas bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah. Karena itu, perempuan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan ketahanan keluarga.

BACA JUGA :  Peringatan HSN 2025, Bupati Deli Serdang Akan Hadirkan BLK di Pesantren

“Momentum ini harus menjadi langkah nyata untuk menciptakan perempuan Indonesia yang tangguh, produktif, kreatif, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keluarga dan budaya bangsa,” katanya.

Women Program tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lahat yang juga Anggota DPR RI Komisi IX, Sri Meliyana Bursah. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi antardaerah dalam memperkuat pemberdayaan perempuan.

Menurut Sri Meliyana, perempuan yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan jejaring kolaborasi akan mampu menjadi motor penggerak perubahan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Perempuan yang memiliki ilmu akan mampu mengedukasi masyarakat dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di daerahnya. Karena itu, mari manfaatkan forum ini untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring antardaerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat komunikasi antarketua TP PKK melalui jejaring yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diyakini akan melahirkan berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif yang menghadirkan Ny Jelita Asri Ludin Tambunan sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, ia memaparkan strategi memperkuat peran perempuan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi keluarga, peningkatan kualitas gizi, serta penguatan peran ibu dalam membangun generasi sehat.

BACA JUGA :  Dengar Langsung Persoalan Layanan di Lapangan, Menteri Nusron Kumpulkan Sejumlah Kepala Kantor Pertanahan di Jawa Barat

Diskusi juga menghadirkan Founder Langgam Batik Hj Rafika Johani yang berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha kreatif berbasis budaya, serta Direktur Commercial Bank BTN Hermita yang membahas pentingnya literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi perempuan pelaku UMKM.

Berbagai materi yang disampaikan menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur APKASI Sarman Simanjorang, Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Deli Serdang Ny Asniar Lom Lom Suwondo, para Ketua TP PKK kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah tamu undangan.

Melalui Women Program HUT ke-26 APKASI, Kabupaten Deli Serdang tidak hanya menghadirkan ruang diskusi bagi para pemimpin perempuan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan perempuan sebagai mitra strategis dalam membangun daerah yang maju, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

(ABN)

Tinggalkan Balasan