MEDAN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menggelar pelatihan pemadaman kebakaran dan penyelamatan bagi mahasiswa serta tenaga pengajar Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan USU tersebut diikuti dan disaksikan sekitar 1.000 peserta. Selain mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kondisi darurat, peserta juga menyaksikan secara langsung demonstrasi petugas Damkar dalam memadamkan api dan melakukan simulasi penyelamatan korban.
Pelatihan tersebut menghadirkan Sulthan Ahmad Rial Siddik, S.I.Kom, dari Damkar Kota Medan sebagai instruktur. Kegiatan turut disaksikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemprov Sumut Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dr. Moettaqien Hasrimi, S.STP., M.Si.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya diberikan materi secara teori, tetapi juga mendapatkan edukasi praktis mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi berbagai situasi darurat.
“Kesehatan dan keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Kebakaran, kebocoran gas LPG maupun keberadaan hewan liar dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan penanganan yang tepat, cepat dan aman,” ujar Moettaqien dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi dan pelatihan keselamatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat, termasuk sivitas akademika, dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP Pemprov Sumut memberikan edukasi sekaligus praktik penanganan sejumlah potensi bahaya yang dapat terjadi di lingkungan kampus maupun tempat tinggal.
Belajar Memadamkan Api Sejak Dini
Materi pertama berfokus pada teknik pemadaman api pada tahap awal. Peserta diperkenalkan dengan berbagai sumber api serta media sederhana yang dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Instruktur juga menjelaskan pentingnya mengenali karakteristik api sebelum melakukan pemadaman. Kesalahan dalam memilih metode penanganan justru dapat memperbesar risiko dan membahayakan keselamatan.
Peserta kemudian diperlihatkan secara langsung bagaimana petugas melakukan pemadaman api dengan prosedur yang aman. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta karena mereka dapat melihat secara langsung penerapan teori di lapangan.
Praktik Penggunaan APAR
Materi berikutnya adalah pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi, jenis dan cara penggunaan APAR yang benar.
Tidak berhenti pada teori, sejumlah peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktik. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali sivitas akademika dengan keterampilan dasar untuk melakukan tindakan awal apabila terjadi kebakaran ringan.
Pengetahuan mengenai penggunaan APAR dinilai penting karena respons pada beberapa menit pertama dapat menentukan apakah api dapat dikendalikan atau justru berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Waspada Kebocoran Gas LPG
Potensi bahaya lain yang dibahas adalah kebocoran gas LPG. Peserta diberikan edukasi mengenai tanda-tanda kebocoran, langkah yang harus dilakukan serta tindakan yang harus dihindari.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat dituntut tidak panik dan mengutamakan keselamatan. Pemahaman mengenai prosedur penanganan yang benar diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran maupun ledakan.
Materi tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan tenaga pengajar selama berada di lingkungan kampus, tetapi juga dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi serupa di rumah.
Edukasi Penanganan Ular
Selain penanggulangan kebakaran, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai penyelamatan dan penanganan hewan liar, khususnya ular yang berpotensi ditemukan di lingkungan permukiman maupun kampus.
Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah aman ketika menemukan ular. Masyarakat diingatkan agar tidak mengambil tindakan berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut.
Penanganan hewan liar menjadi bagian dari tugas penyelamatan Damkar yang membutuhkan keterampilan khusus dan kehati-hatian.
Membangun Budaya Keselamatan
Pelatihan di USU tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun budaya keselamatan di lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa dan tenaga pengajar diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali potensi bahaya, melakukan pencegahan serta mengetahui tindakan awal yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
“Keselamatan bukan hanya tentang bagaimana kita bertindak ketika bencana terjadi, tetapi tentang bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum bencana itu terjadi,” pesan instruktur Sulthan dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, sivitas akademika USU diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang memadai, risiko korban maupun kerugian akibat berbagai kondisi darurat dapat ditekan.
(ABN)
- Satpol PP Sumut Bidang Damkar Gelar Pelatihan Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan di USU – Agustus 13, 2026
- Kementerian ATR/BPN Siapkan Empat Instrumen Pertanahan untuk Pertamina demi Mendukung Ketahanan Energi Nasional – Agustus 13, 2026
- Sebarkan Semangat Transformasi Layanan Pertanahan, Menteri Nusron: Untuk Memberikan Kepastian kepada Masyarakat – Agustus 13, 2026












