Scroll untuk baca artikel
#
Sumatera Utara

Sukseskan Rakerwil II, Prof. Anang : Cabang dan Ranting Fondasi Utama Muhammadiyah

×

Sukseskan Rakerwil II, Prof. Anang : Cabang dan Ranting Fondasi Utama Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Peserta Rakerwil II LPCRPM PWM Sumut berfoto bersama setelah mengikuti seluruh jadwal yang direncanakan, pada Rakerwil II di Auloa UMMAS, Kisaran, Minggu (14/06/2026). (foto/MSJ)

 

MEDAN – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWMSU) Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, menegaskan cabang dan ranting merupakan fondasi utama yang menentukan kekuatan serta keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.

Penegasan tersebut disampaikan Prof Dr Anang dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah II (Rakerwil II) LPCR-PM PWM Sumatera Utara di Kampus Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS), Minggu (14/06)/2026).

Hadir dalam pembukaan kegiatan Rakerwil II LPCRPM Sumut itu, Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi, Psikolog. Wakil Ketua PWM Sumut Prof Dr Hasrat Efendi Samosir, MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Asahan, Prianda Pebri S.Pd, M.Pd, Ketua PDM Asahan, Drs. Mohammad Akhiar MA, Sekretaris LPCRPM Partaonan Harahap ST, MT, Bendara LPCRPM Mujhirul Iman, Wakil Ketua Dr Abdul Haris MA serta dipandu MC Abdul Manaf SH MH.

Menurut Prof Anang, keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kuatnya kepemimpinan di tingkat pusat dan wilayah, tetapi terutama oleh hidup dan bergeraknya Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Sebab, cabang dan ranting merupakan struktur Persyarikatan yang berhadapan secara langsung dengan umat dan berbagai persoalan masyarakat.

“Cabang dan ranting adalah fondasi utama Muhammadiyah. Kekuatan Persyarikatan sangat ditentukan oleh cabang dan ranting yang aktif, mandiri, tertib organisasi, serta mampu memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat,” katanya.

Rakerwil II menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, memetakan persoalan organisasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah di seluruh Sumatera Utara.

Prof. Anang menekankan penguatan cabang dan ranting tidak boleh berhenti pada kelengkapan struktur organisasi. Cabang dan ranting harus hadir sebagai pusat gerakan dakwah, kaderisasi, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, lanjutnya, LPCRPM memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap cabang dan ranting tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar hidup, bergerak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kita tidak menginginkan cabang dan ranting hanya ada di atas kertas. Cabang dan ranting harus bergerak, memiliki kegiatan, melahirkan kader, mengembangkan amal usaha, serta mampu menjawab kebutuhan umat. Di situlah kekuatan nyata Muhammadiyah,” katanya.

Masjid Pusat Peradaban

Selain memperkuat cabang dan ranting, Prof. Anang memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan masjid Muhammadiyah. Dia mengatakan, masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi harus dikembangkan menjadi pusat dakwah, pendidikan, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA :  LPCRPM Muhammadiyah Sumut dan 15 PDM Ikuti Regional Meeting Se-Sumatera di Pekanbaru

“Masjid Muhammadiyah harus hidup dan makmur. Masjid harus menjadi pusat dakwah, pusat kaderisasi, pusat pendidikan, sekaligus pusat pemberdayaan umat. Masjid harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat,” kata Prof. Anang.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan masjid pada masa sekarang membutuhkan tata kelola yang profesional, terbuka, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pengurus masjid juga harus mampu menyusun program yang relevan dengan kebutuhan jamaah, khususnya generasi muda, keluarga, kelompok ekonomi lemah, dan masyarakat sekitar.

Prof Anang berharap Rakerwil II tidak sekadar menghasilkan rekomendasi normatif, tetapi mampu melahirkan program kerja yang konkret, terukur, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh LPCR-PM di tingkat wilayah maupun daerah.

“Rakerwil II harus menghasilkan langkah nyata. Kita membutuhkan program yang terukur, berbasis data, dan memiliki dampak langsung terhadap penguatan cabang, ranting, dan masjid. Setelah rapat ini, harus ada gerakan yang lebih kuat di seluruh daerah,” tegasnya.

Rakerwil II diikuti oleh pengurus LPCR-PM PWM Sumatera Utara dan utusan LPCRPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah.

Turut hadir perwakilan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), serta organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah di Kabupaten Asahan.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan unsur Persyarikatan menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam melakukan konsolidasi organisasi serta memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah hingga ke tingkat akar rumput.

Prof. Anang menilai sinergi antara pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting menjadi syarat penting untuk mempercepat pengembangan organisasi. Menurutnya, program penguatan cabang dan ranting tidak dapat dijalankan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur Persyarikatan.

“Tidak boleh ada gerakan yang berjalan sendiri-sendiri. Pimpinan wilayah, daerah, cabang, ranting, organisasi otonom, dan amal usaha harus memiliki semangat yang sama. Konsolidasi dan sinergi adalah kunci agar Muhammadiyah semakin kuat dan dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

UMMAS Dukung Cabang dan Ranting

Rektor Universitas Muhammadiyah Asahan, Prianda Pebri S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAS sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil II LPCR-PM PWM Sumatera Utara.

Ia menyatakan UMMAS siap mendukung berbagai agenda Persyarikatan, terutama program yang diarahkan untuk memperkuat dakwah, kaderisasi, pengembangan cabang dan ranting, serta pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA :  Rahudman Harahap: Pujakesuma dan Wanita Pujakesuma Harus Jaga Kekompakan Besarkan Organisasi

Ketua PDM Asahan, Drs. Mohammad Akhiar M.A dalam sambutannya juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting. Sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan dakwah Muhammadiyah semakin luas dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PWM Sumatera Utara sekaligus Koordinator Bidang LPCRPM, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA menyampaikan bahwa Rakerwil II harus menjadi momentum untuk melahirkan inovasi dan program unggulan yang dapat mempercepat pengembangan Muhammadiyah di Sumatera Utara.

Menurut Prof Hasrat, tantangan dakwah dan organisasi saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih progresif, terukur, dan berbasis data. Oleh karena itu, hasil Rakerwil II diharapkan mampu melahirkan kebijakan serta program yang dapat memperkuat cabang dan ranting secara berkelanjutan.

LPCRPM Garda Terdepan Muhammadiyah

Rakerwil II secara resmi dibuka oleh Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya memperkuat basis gerakan Muhammadiyah melalui pengembangan cabang dan ranting yang aktif serta pembentukan masjid unggulan sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Muhammad Jamaludin menyampaikan bahwa LPCR-PM merupakan salah satu garda terdepan dalam memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah. Oleh sebab itu, setiap cabang dan ranting harus terus didorong agar aktif, produktif, dan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan Rakerwil II sebagai ruang untuk bertukar gagasan, menyatukan langkah, dan memperkuat komitmen dalam membangun cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah yang unggul.

Melalui Rakerwil II ini, LPCR-PM PWM Sumatera Utara diharapkan dapat menghasilkan program strategis yang bukan hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memastikan kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagaimana ditegaskan Prof. Anang, masa depan dan kekuatan Muhammadiyah sangat bergantung pada cabang dan ranting yang hidup, masjid yang makmur, kader yang militan, serta gerakan dakwah yang hadir secara nyata di tengah-tengah umat. ** MSJ

Tinggalkan Balasan