Tak Bertanggungjawab Perbaiki Jalan, Warga Segel Galian C PT APPP di Padang Tualang

Segel Galian C
Warga Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, menyegel Galian C PT APPP karena menjadi penyebab rusaknya infrastruktur jalan di daerah itu.

 

Asaberita.com, Langkat – Warga Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, akhirnya hilang kesabaran melihat kondisi jalan di desa mereka yang rusak parah karena dilalui ratusan truk pengangkut tanah timbun setiap harinya.

Meski pengaduan dan protes telah disampaikan warga ke sejumlah instansi, namun hingga kini PT APPP selaku pengelola Galian C di daerah itu tak juga bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan jalan, pada Kamis siang (3/6/2021), wargapun akhirnya beramai-ramai mendatangi lokasi Galian C dan melakukan penyegelan serta pemblokiran jalan.

Akibatnya, seratusan truk pengangkut tanah timbun tidak bisa masuk maupun keluar dari lokasi Galian C PT APPP, yang mengeruk tanah dari lokasi lahan HGU PT Buluh Telang serta sejumlah lahan milik masyarakat.

Tanah timbun dari Galian C ini diangkut menggunakan truk-truk besar untuk proyek pembangunan Jalan Tol penghubung Sumut-Aceh. Setiap harinya, ratusan truk hilir mudik sehingga membuat kondisi jalan di kawasan itu rusak parah.

Warga Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, yang paling terdampak dalam beberapa bulan terakhir ini telah menyampaikan pengaduan dan protes karena kondisi jalan sudah rusak parah dan kesehatan warga terganggu akibat banyaknya debu yang beterbangan.

Menurut Bagus, salah seorang tokoh pemuda Desa Buluh Telang, pengaduan dan keberatan warga telah mereka sampaikan melalui Kepala Desa, pihak kecamatan serta DPRD Langkat.

“Permintaan warga, agar pengelola Galian C yakni PT APPP memperbaiki jalan-jalan yang telah rusak parah serta mengupayakan untuk mengurangi debu agar kesehatan warga tidak terganggu dengan menyiram jalan yang dilalui truk-truk pengangkut tanah timbun,” ujar Budi, Jumat (4/6).

BACA JUGA :  Orang Tua Koordinator Aksi Mogok Makan UINSU Diintimidasi, Rektor Ingkar Janji

Galian C

Riki, salah seorang warga desa lainnya mengatakan, jalan yang dilalui truk-truk pengangkut Galian C itu adalah akses jalan satu-satunya untuk mendukung aktivitas warga. Jalan itu juga sebagai satu-satunya penghubung menuju ke desa-desa lain dan ke kecamatan serta ke ibukota kabupaten.

“Dengan rusaknya jalan, aktivitas warga menjadi terganggu. Selain itu juga membahayakan keselamatan dan kesehatan warga. Sebab bila musim hujan, jalan yang berlubang-lubang cukup dalam akan tergenang air dan licin sehingga banyak warga yang jatuh serta terperosok. Sedang pada musim kemarau, jalan jadi bergelombang dan banyak debu,” jelasnya.

Disebutkan warga, mereka mengetahui jika tanah dari Galian C itu diangkut truk-truk untuk proyek pembangunan Jalan Tol dan mereka sepenuhnya mendukung berbagai upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Tetapi janganlah karena untuk membuat Jalan Tol, masyarakat malah dirugikan dan dikorbankan. Kami hanya minta jalan-jalan yang rusak akibat dilalui truk-truk pengangkut tanah timbun untuk pembangunan nasional itu diperbaiki dan kesehatan warga jangan sampai terganggu karena banyaknya debu,” pinta Wak Siul, tokoh masyarakat Desa Buluh Telang, Jumat (4/6).

Karena permintaan warga tak kunjung dipenuhi, imbuh Wak Siul, warga yang sudah terganggu selama berbulan-bulan sejak kehadiran Galian C akhirnya hilang kesabaran. Warga pun menggelar aksi unjuk rasa serta menyegel proyek Galian C dan melakukan pemblokiran jalan menuju lokasi Galian C pada Kamis (3/6) dan berlanjut hingga Jumat (4/6).

BACA JUGA :  AMPK Sumut akan Gelar Aksi Tuntut Pencabutan Pergub Nomor 1 PBBKB

Dalam aksi penyegelan Galian C PT APPP dan pemblokiran jalan, warga didukung oleh sejumlah mahasiswa yang turut membantu mengkoordinir aksi serta melakukan orasi-orasi.

Galian C

Fikri selaku koordinator aksi menyampaikan, permintaan agar pengelola Galian C segera memperbaiki jalan yang rusak parah telah beberapa kali disampaikan warga. “Tapi mereka hanya menyampaikan janji-janji saja akan memperbaiki, namun kenyataannya hingga kini tak kunjung ada perbaikan jalan. Artinya mereka sama sekali tidak menanggapi serius keluhan dan protes warga,” ujarnya.

Sebagai putra daerah, sebut Fikri yang merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Medan, ia selalu mengamati kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Langkat terkhusus di Desa Buluh Telang ini setiap pulang ke rumah orang tuanya, dan saat ini kondisi jalan di kampungnya sangatlah buruk.

Irham Sadani dan Irwandi Sembiring, mahasiswa lainnya yang turut mendukung aksi warga menyatakan mereka akan terus mendukung dan mendampingi warga untuk menuntut perbaikan insfrastruktur jalan yang rusak karena keberadaan galian C.

 

81 total views, 1 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *