Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Wisuda 2.440 Lulusan, PP Muhammadiyah Sebut UMSU Kampus Pembina Berprestasi Internasional

×

Wisuda 2.440 Lulusan, PP Muhammadiyah Sebut UMSU Kampus Pembina Berprestasi Internasional

Sebarkan artikel ini
UMSU menggelar Wisuda Periode I Tahun 2026 selama tiga hari, Selasa-Kamis (23-25/6), di Selecta Convention Hall Medan.

MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Wisuda Periode I Tahun 2026 selama tiga hari, Selasa-Kamis (23-25/6), di Selecta Convention Hall Medan. Sebanyak 2.440 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan pada prosesi wisuda tersebut.

Wisuda hari pertama dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., serta Ketua PW Aisyiyah Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag.

Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP., Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum., Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si., Direktur Sekolah Pascasarjana, para dekan, ketua program studi, keluarga wisudawan, dan tamu undangan lainnya.

Pada hari pertama, sebanyak 787 wisudawan mengikuti prosesi yang terdiri atas lulusan Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Di antara para lulusan terdapat mahasiswa internasional asal Kamboja, salah satunya Kreyya Dani dari FKIP.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan bahwa saat ini terdapat 71 mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Kamboja, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat yang sedang menempuh pendidikan di UMSU.
Menariknya, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, lebih dari 1.200 calon mahasiswa dari 51 negara telah mendaftar untuk mengikuti seleksi masuk UMSU.

“Saya mengapresiasi seluruh sivitas akademika atas capaian ini. Namun, kapasitas UMSU saat ini maksimal hanya dapat menampung sekitar 50 mahasiswa internasional setiap tahun,” ujar Akrim.

Selain perkembangan internasionalisasi kampus, Rektor juga memaparkan berbagai prestasi akademik yang berhasil diraih UMSU. Di antaranya pencapaian dalam pemeringkatan dunia seperti QS Ranking, THE Impact Ranking, World University Ranking, hingga pengakuan dari MQA Malaysia.

Tak hanya itu, empat program studi UMSU juga telah meraih akreditasi internasional FIBAA, yakni dua program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta dua program studi di Fakultas Agama Islam.

BACA JUGA :  UMA Cetak Guru Besar Termuda, Sains Data Jadi Motor Riset Berkelanjutan

Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi bukti komitmen UMSU dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pidatonya, Rektor juga mengingatkan para lulusan bahwa tantangan masa depan semakin kompleks, terutama akibat percepatan transformasi digital dan tingginya ketergantungan manusia terhadap teknologi.

“UMSU terus berbenah menjalankan tridarma perguruan tinggi dan caturdarma Muhammadiyah. Kami berkomitmen menjadi kampus unggul yang berkontribusi bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.

Ketua PP Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas berbagai capaian yang diraih UMSU, khususnya di tingkat internasional.

Menurutnya, UMSU merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang menjadi kampus pembina karena keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai.

“UMSU merupakan salah satu kampus kategori pembina karena prestasi dan kemajuannya,” ujarnya.
Ia menilai UMSU telah menunjukkan kiprah sebagai kampus yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak global melalui berbagai prestasi dan pengakuan internasional.

Agus menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan demi kemajuan masyarakat dan bangsa.

“Wisuda ini bukan titik akhir, tetapi awal untuk mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Ia juga berpesan agar para alumni senantiasa menjaga integritas, moralitas, spiritualitas, dan kapasitas intelektual sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

“Produk hasil pendidikan tinggi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan ilmuwan yang memiliki semangat keilmuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus juga mengungkapkan rencana pengembangan FKIK UMSU melalui pembukaan dua program studi spesialis baru serta pembangunan rumah sakit premium.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, memberikan apresiasi atas perkembangan pesat UMSU, khususnya dalam bidang pendidikan kesehatan dan kedokteran.

BACA JUGA :  UMSU Gelar Live Streaming Harvest Blood Moon Kolaborasi 4 Negara

Menurutnya, selain dikenal sebagai kampus berkelas global, UMSU juga telah berhasil menghadirkan sejumlah program studi spesialis yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“UMSU sudah mendapatkan beberapa program studi spesialis kedokteran. Kami berharap ada tambahan spesialis baru karena ini merupakan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong percepatan pengusulan jabatan akademik guru besar di lingkungan UMSU guna memperkuat kualitas sumber daya akademik kampus

“Kami mendorong pengusulan jabatan guru besar, khususnya di UMSU,” tegasnya.

Kisah Inspiratif Wisudawati Asal Kamboja

Momen wisuda juga menghadirkan kisah inspiratif dari Kreyya Dani, lulusan asal Kamboja yang berhasil menyelesaikan studinya di UMSU.
Kreyya mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama kali tiba di Medan karena tidak memahami bahasa dan mata uang yang digunakan.

“Saat pertama tinggal di Medan, saya tidak tahu bahasa dan mata uangnya,” ungkapnya.

Namun, keramahan masyarakat Medan dan lingkungan kampus membuatnya mampu beradaptasi dengan cepat.

“Semua orang baik kepada saya,” katanya.

Ia mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar UMSU.
“Saya bangga menjadi bagian dari UMSU. UMSU adalah rumah kedua saya,” ujarnya.

Pada wisuda periode pertama ini, Rektor UMSU juga menyerahkan beasiswa alumni untuk melanjutkan studi pascasarjana kepada lulusan asal Kamboja dan sejumlah lulusan FKIK. Selain itu, UMSU memberikan beasiswa kepada dua adik dari Nobri Ardani, mahasiswa FKIP yang meninggal dunia setelah menjalani sidang skripsi, sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan kepada keluarga almarhum. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan