Mahathir Beri Isyarat Terus Jadi PM, Bagaimana Janjinya pada Anwar?

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: Dok.Reuters)

Asaberita.com-Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad melempar isyarat bahwa dirinya akan terus menjabat setelah tahun 2020. Sebelumnya, Mahathir pernah berjanji akan memberikan jabatannya itu kepada mantan rival politiknya, Anwar Ibrahim.

Janji itu disampaikan Mahathir saat diwawancarai surat kabar Jepang, The Mainichi, pada Februari 2018. Dalam wawancara itu, Mahathir mengakui dirinya sangat menyadari usianya yang sudah mendekati 100 tahun.

“Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun,” ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi, seperti dikutip pada Selasa (8/5/2018).

Dalam wawancara ini, Mahathir juga membahas soal mantan rival politiknya, Anwar Ibrahim (70), yang saat itu dipenjara atas kasus sodomi. Anwar pernah menjabat Wakil PM Malaysia tahun 1993-1998 di bawah Mahathir. Diungkapkan Mahathir bahwa jika oposisi memenangi pemilu, dirinya ingin menyerahkan jabatan PM Malaysia kepada Anwar setelah Anwar bebas dari penjara.

Hal ini terungkap sebagai salah satu bagian dari kesepakatan Mahathir untuk memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan. Bunyi kesepakatan itu adalah setelah dua tahun memimpin negara, Mahathir akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar. Masa jabatan seorang PM Malaysia adalah lima tahun.

nst
BACA JUGA :  China Bakal Punya Kota Islam Terbesar pada 2020

Mahathir mengulangi janjinya ini pada September lalu. Dia berjanji akan mengumumkan tanggal pengunduran dirinya itu.

“Saya akan mengumumkan (tanggalnya) nanti, tapi saya akan menepati janji saya,” tegas Mahathir seperti dilansir media Malaysia, The Star, Sabtu (21/9/2019).

Anwar Ibrahim Kembali Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual

Anwar yang divonis 5 tahun penjara telah menjalani masa hukuman sejak tahun 2015. Anwar telah resmi bebas pada Mei 2018 usai mendapatkan pengampunan kerajaan (royal pardon) dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V.

Namun, baru-baru ini Anwar kembali mendapatkan tuduhan soal kekerasan seksual terhadap seorang pria. Kali ini, diduga korbannya itu mantan asistennya, Muhammed Yusoff Rawther.

Anwar mengatakan dirinya tidak kaget akan level politik kotor yang diarahkan padanya menjelang kongres partainya, Partai Keadilan Rakyat (PKR).

“Ini sudah menjadi budaya di negara ini dan itu menjijikkan. Saya mendengar tentang hal ini bulan lalu, itu bukan hal baru … dan upaya untuk mencoba dan mempengaruhi atau menyuap … apapun … ini adalah politik yang paling buruk dan membutuhkan keuletan tujuan dan keberanian untuk melanjutkan dengan agenda yang lebih besar,” kata Anwar kepada para wartawan ketika ditanya apakah dia menduga akan ada lebih banyak serangan seperti ini menjelang atau selama kongres partai.

BACA JUGA :  Indonesia Lobi Saudi Tetapkan Kuota Dasar Haji Indonesia Sebesar 231 Ribu

Pada hari Kamis (12/12), Anwar diinterogasi oleh polisi atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap mantan asisten laki-laki, skandal terbaru yang menghantam kariernya. (dtc/has)

 2,018 total views,  6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.