Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Nol Rupiah untuk Peserta, Jambore Sumut Siap Go Internasional

badge-check

Ketua Kwarda Sumatera Utara, Kak Dikky Anugerah Panjaitan Perbesar

Ketua Kwarda Sumatera Utara, Kak Dikky Anugerah Panjaitan

MEDAN — Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Utara mengambil langkah tegas dengan menghentikan praktik komersialisasi kegiatan Jambore. Pada Jambore Daerah Sumatera Utara XI yang akan digelar di Bumi Perkemahan Sibolangit, seluruh peserta dipastikan tidak akan dipungut biaya alias nol rupiah.

Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Ketua Kwarda Sumatera Utara, Kak Dikky Anugerah Panjaitan. Ia menyebut, jambore harus kembali menjadi ruang pendidikan karakter yang dapat diakses seluruh Penggalang tanpa terkendala faktor ekonomi.

“Selama ini ada paradigma bahwa kegiatan besar pasti mahal. Itu yang kita ubah. Jambore bukan ruang komersialisasi, melainkan ruang pembentukan karakter. Negara dan organisasi harus hadir, bukan membebani peserta,” tegasnya di Medan, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kebijakan pembebasan biaya merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada keluarga Pramuka, sekaligus komitmen untuk menghadirkan keadilan akses dalam pendidikan nonformal.

Tak hanya itu, Kwarda Sumut juga menyiapkan langkah strategis dengan membawa Jambore Daerah ke level yang lebih luas. Sejumlah Konsulat Jenderal negara sahabat di Sumatera Utara direncanakan akan diundang untuk berpartisipasi, membuka peluang kehadiran peserta dari luar negeri.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pramuka Sumatera Utara ingin tampil lebih progresif. Kegiatan daerah tidak lagi dipandang sebagai agenda rutin semata, tetapi mampu naik kelas menjadi ajang bertaraf internasional yang inklusif dan kompetitif.

Kebijakan ini sekaligus menjadi kritik konstruktif terhadap pola lama yang menjadikan biaya sebagai faktor utama dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai gantinya, Kwarda Sumut memilih memperkuat kolaborasi lintas sektor, membangun kemitraan, serta mengoptimalkan sumber daya organisasi agar peserta tetap terlindungi dari beban finansial.

“Kalau kita serius membangun generasi, jangan mulai dengan membebani mereka. Kita mulai dengan membuka jalan,” pungkas Kak Dikky.

Dengan pendekatan tersebut, Jambore Daerah Sumatera Utara tidak hanya menjadi agenda perkemahan tahunan, tetapi juga simbol keberanian dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada generasi muda serta mendorong pendidikan karakter yang lebih adil dan berdaya saing global. (ABN/dan)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Di Depan Orang Tua Wisudawan, Rektor UMSU Spill Prestasi Mahasiswa hingga Level Internasional

29 Okt 2026 - 20:25 WIB

Di Depan Orang Tua Wisudawan, Rektor UMSU Spill Prestasi Mahasiswa hingga Level Internasional

Syaiful Syafri: Generasi Emas 2045 Butuh Guru dan Dosen yang Paham Bela Negara

29 Okt 2026 - 20:02 WIB

Syaiful Syafri: Generasi Emas 2045 Butuh Guru dan Dosen yang Paham Bela Negara

Bapperida Sumut Gunakan System Dynamics untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim

29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Bapperida Sumut Gunakan System Dynamics untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim

Sumpah Pemuda ke-98, AMPI Sumut Gelar Aksi Sosial untuk Masyarakat

28 Okt 2026 - 19:01 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, AMPI Sumut Gelar Aksi Sosial untuk Masyarakat

Kapolda Sumut Ajak Lulusan UMSU Tebarkan Kebaikan dan Rawat Persatuan Bangsa

28 Okt 2026 - 17:53 WIB

Kapolda Sumut Ajak Lulusan UMSU Tebarkan Kebaikan dan Rawat Persatuan Bangsa
Sedang Hot Berita