Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Langkat Jadi Titik Akhir OREO Berbagi Seru, 7.000 Anak Rasakan Belajar Sambil Bermain

badge-check

Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi titik akhir perjalanan program “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026.
Perbesar

Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi titik akhir perjalanan program “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026.

LANGKAT – Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi titik akhir perjalanan program “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026. Menggandeng Indonesia Mengajar, OREO menghadirkan pembelajaran berbasis permainan yang melibatkan guru, orang tua dan komunitas untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Di Langkat, program tersebut menyasar 1.280 siswa sekolah dasar. Kehadiran di daerah ini sekaligus melengkapi rangkaian “OREO Berbagi Seru” yang sebelumnya telah berlangsung di enam kabupaten di enam provinsi lainnya dan secara keseluruhan menjangkau lebih dari 7.000 anak di tujuh provinsi.

Program yang berlangsung pada 16-21 September 2026 itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat karena dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan ekosistem pendidikan, khususnya dalam meningkatkan peran guru sebagai agen transformasi pembelajaran.

Jabatan Fungsional (JF) Pengembang Kurikulum Ahli Muda, Muhammad Yunus, SE., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendekatan belajar yang memadukan permainan, interaksi dan kreativitas dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada OREO atas inisiatif program ‘OREO Berbagi Seru’ karena mendukung salah satu program kami yaitu ‘Guru Penggerak’ yang diinisiasi sejak 2024 untuk memberdayakan guru menjadi agen transformasi pendidikan,” ujar Muhammad Yunus.

Ia mengatakan, pengetahuan yang diperoleh melalui program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus diterapkan guru di sekolah maupun orang tua ketika mendampingi anak belajar di rumah.

Sementara itu, Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan program “OREO Berbagi Seru” berangkat dari keyakinan bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis.

Menurutnya, aktivitas belajar juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama dan kepercayaan diri.

“OREO meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri,” katanya.

Melalui pendekatan belajar sambil bermain, OREO mendistribusikan 270 alat belajar seru di Langkat. Alat-alat tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran dalam bidang Literasi, Numerasi, Sains dan Bahasa Inggris, serta disesuaikan dengan kurikulum nasional.

Sebelum sampai pada kegiatan puncak, rangkaian program juga diisi pelatihan bagi 35 guru, 70 orang tua dan 35 anggota komunitas.

Para guru mendapatkan pembekalan mengenai filosofi belajar seru serta cara menggunakan alat belajar melalui simulasi pembelajaran di kelas. Sementara orang tua memperoleh edukasi mengenai perkembangan anak dan cara menghadirkan aktivitas belajar interaktif melalui permainan sederhana di rumah.

Adapun komunitas diarahkan untuk ikut membangun lingkungan belajar yang berkelanjutan dengan mendorong keterlibatan masyarakat di sekitar anak.

Guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan, Evi Destari Br Tarigan, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak monoton.

“Sebagai guru, terkadang kami terlalu fokus pada bagaimana menyampaikan seluruh materi kepada anak, padahal yang tidak kalah penting adalah bagaimana membuat mereka menikmati proses belajarnya,” ujarnya.

Menurut Evi, pendekatan melalui permainan membuat anak lebih aktif bertanya, berani mencoba dan terlibat dalam pembelajaran.

“Pengalaman ini mendorong kami untuk terus mengeksplorasi cara-cara kreatif agar keseruan belajar tidak berhenti bersama program ini, tetapi terus hadir di ruang kelas,” katanya.

Hal serupa dirasakan Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai cara mendampingi anak belajar di rumah.

“Menjadikan proses belajar bisa dilakukan seperti lewat permainan, obrolan, atau aktivitas sederhana yang mereka sukai. Jadi, mendampingi anak belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh mereka duduk dan membuka buku, tetapi dengan menciptakan momen-momen seru yang mengasah rasa ingin tahu mereka,” ujarnya.

Jangkau Tujuh Provinsi

Anggya mengatakan, Langkat merupakan lokasi ketujuh pelaksanaan “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026. Sebelumnya, program tersebut telah hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.

Secara keseluruhan, program menghadirkan 15 jenis alat belajar seru yang digunakan untuk mendukung pembelajaran anak melalui pendekatan bermain.

Beberapa di antaranya yakni Tata Kata untuk literasi, The Lucky Number untuk numerasi, Segitiga Sains untuk sains, Tower Challenge untuk Bahasa Inggris serta permainan Mahyong Profesi dalam kategori petualangan seru.

“Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, program ini menemukan bahwa semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak bisa hadir dalam berbagai bentuk – melalui kreativitas guru di ruang kelas, keterlibatan orang tua di rumah, hingga dukungan komunitas di lingkungan sekitar anak,” kata Anggya.

Ia berharap program tersebut dapat ikut mendorong lahirnya Generasi SERU, yakni anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif dan Unggul dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan kontribusi masyarakat melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk mendukung penyelenggaraan “OREO Berbagi Seru”.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan di Langkat, OREO menutup perjalanan program 2026 dengan capaian menjangkau lebih dari 7.000 anak sekaligus memperluas keterlibatan guru, orang tua dan komunitas dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

21 Sep 2026 - 14:38 WIB

BPN Medan Siapkan Pendampingan Usaha untuk Perkuat Akses Reforma Agraria

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia

21 Sep 2026 - 14:28 WIB

Kanwil BPN Sumut Evaluasi Pencegahan Kasus Pertanahan, Perkuat Pemanfaatan Aplikasi Justisia

Kanwil BPN Sumut Perkuat Integrasi Data NPGT untuk Wilayah Strategis dan Pesisir

21 Sep 2026 - 14:19 WIB

Kanwil BPN Sumut Perkuat Integrasi Data NPGT untuk Wilayah Strategis dan Pesisir

Kantah Toba Perkuat Sinergi dengan PPAT dan KPP Pratama Balige melalui Evaluasi PERINTIS 10 Hari

21 Sep 2026 - 14:02 WIB

Kantah Toba Perkuat Sinergi dengan PPAT dan KPP Pratama Balige melalui Evaluasi PERINTIS 10 Hari

Jelang Muscam dan Pelantikan, AMPI Binjai Timur Siap Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Akar Rumput

19 Sep 2026 - 16:20 WIB

Jelang Muscam dan Pelantikan, AMPI Binjai Timur Siap Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Akar Rumput
Sedang Hot Organisasi