MEDAN – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, MPd secara resmi menyerahkan SK pengangkatan dosen dan tenaga kependidikan menyusul unifikasi Tata Kelola Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah.
Penyerahan SK diikuti dengan re-orientasi bagi dosen dan tenaga kependidikan Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah sebagai bagian dari keluarga besar UMSU digelar Senin (21/9) di kampus Jalan Muchtat Basri No.3, Medan.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang SDK Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A. beserta jajaran Wakil Dekan dan Pimpinan Prodi, Mudir Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Ustadz H. Fajar Hasan Mursyid, Lc., M.A. beserta jajaran, serta para Kepala Biro di lingkungan UMSU.
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Rektor UMSU kepada Ustadz H. Fajar Hasan Mursyid, Lc., M.A. mewakili dosen, sekaligus tenaga kependidikan.
Integritas tata kelola ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan Ma’had Abu Ubaidah di bawah naungan UMSU. Dalam bimbingan dan arahannya, Rektor UMSU Dr. Akrim, M.Pd. memaparkan komitmen universitas untuk melanjutkan seluruh program yang ada di Ma’had sekaligus memperluas capaian bersama.
“Seluruh program yang ada di Ma’had Abu Ubaidah tetap akan kita lanjutkan dan bersama-sama kita sukseskan. Bahkan jika ada program-program lain yang ingin kita kembangkan ke depan, itu juga bisa kita capai dan sukseskan secara bersama-sama dalam satu wadah besar ini,” tegas Rektor UMSU.
Selain keberlanjutan program, Prof. Akrim memaparkan skema penyelarasan tata kelola hingga pengamanan aset kelembagaan yang secara bertahap terus dirapikan.
“Unifikasi tahap awal ini kita fokuskan pada pengintegrasian tata kelola, yang secara bertahap dilanjutkan dengan penyelarasan aset. Perlu kita pahami bersama bahwa seluruh aset UMSU adalah milik Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga terpelihara dengan baik dan tidak dapat dipindahtangankan tanpa persetujuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan komitmen UMSU dalam melanjutkan program yang sudah ada di Ma’had Abu Ubaidah. Mmemperluas jangkauan dakwah, khususnya di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
“UMSU berkomitmen untuk terus memperkuat program dakwah Ma’had secara berkesinambungan, khususnya menyasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Sebagai bukti nyata, kita telah memberikan beasiswa penuh S-2 Pendidikan Agama Islam kepada 32 orang guru dan da’i dari daerah terpencil seperti Nias dan Pakpak Bharat agar mereka semakin tangguh membina masyarakat,” jelas Rektor UMSU.
Selain pengembangan dakwah, Rektor juga menyoroti potensi kompetensi keilmuan yang dibawa oleh para pengajar Ma’had Abu Ubaidah untuk kemajuan universitas secara umum.
“Kehadiran para dosen dan tenaga kependidikan dari Ma’had Abu Ubaidah yang memiliki keahlian mendalam dalam Bahasa Arab merupakan aset yang sangat berharga. Keunggulan Bahasa Arab ini nantinya akan kita adopsi secara luas, salah satunya untuk memperkuat dan mengembangkan Pusat Bahasa UMSU ke depan,” pungkas Rektor UMSU.
Sebelumnya, Dekan FAI UMSU Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A. menyambut baik terlaksananya penyatuan tata kelola yang telah melalui proses panjang bersama berbagai pihak, mulai dari Syekh Khulait, Muslim Aid/Muslim Charity Foundation (MCF), hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Setelah bergabung, tidak ada lagi sekat atau perbedaan status. Semuanya adalah bagian dari keluarga besar, dosen, dan komunitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penyatuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi kita dalam satu wadah besar gerakan dakwah,” ungkap Zailani.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Re-Orientasi Dosen dan Tendik Ma’had Abu Ubaidah yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang SDK UMSU Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A. (ABN/Dan))





















