Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

UMSU Bawa Empat Produk Paten ke Forum Bisnis Paten Indonesia 202

badge-check

UMSU Bawa Empat Produk Paten ke Forum Bisnis Paten Indonesia 202 Perbesar

JAKARTA — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membawa empat produk hasil invensi dosen ke Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum RI, pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Keempat produk tersebut telah memperoleh perlindungan paten sederhana dan mencakup inovasi di bidang pertanian, teknologi kelistrikan, hingga rekayasa energi. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para inventor UMSU untuk memperkenalkan hasil riset kepada dunia industri dan menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan teknologi.

FBPI 2026 mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan”. Forum ini mempertemukan inventor, perguruan tinggi, pelaku industri, investor, serta calon pengguna teknologi untuk membuka peluang pengembangan dan komersialisasi hasil invensi dalam negeri.

UMSU menjadi satu dari 23 perguruan tinggi dan institusi yang Sentra Kekayaan Intelektualnya diundang DJKI untuk berpartisipasi. Sejumlah perguruan tinggi lain yang turut ambil bagian antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Empat inventor UMSU yang tampil dalam forum tersebut masing-masing membawa inovasi dengan karakter dan bidang pengembangan berbeda.

Pertama, Prof. Dr. Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., dengan invensi berjudul Metode untuk Menentukan Konsentrasi Asam Salisilat dalam Meningkatkan Toleransi Padi Gogo terhadap Cekaman Salinitas, nomor paten IDS000011471.

Inovasi ini berkaitan dengan teknologi pertanian, khususnya upaya meningkatkan kemampuan tanaman padi gogo menghadapi kondisi salinitas atau kadar garam tinggi yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Kedua, Wilda Rina Hasibuan, S.T., M.T., mengembangkan Alat Penyiraman Otomatis pada Tanaman Jambu Berdasarkan Waktu, Kelembapan, dan Keharaan Tanah, dengan nomor paten IDS000011269.

Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya tanaman melalui sistem penyiraman otomatis yang mempertimbangkan waktu, kelembapan, dan kondisi unsur hara tanah.

Ketiga, Partaonan Harahap, S.T., M.T., menampilkan invensi Inverter 3000 Watt, dengan nomor paten IDS000012809. Inovasi di bidang kelistrikan ini berpotensi dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan konversi energi listrik.

Keempat, Chandra Amrinsyah Putra Siregar, S.T., M.T., membawa invensi Alat Penyedia Air Panas dari Rekayasa Pendingin Udara, dengan nomor paten IDS000007598.

Inovasi ini menawarkan pemanfaatan teknologi pendingin udara untuk menghasilkan air panas. Pendekatan tersebut membuka peluang pengembangan teknologi pemanfaatan energi yang lebih efisien.

Keempat invensi tersebut memperlihatkan keragaman hasil riset dosen UMSU, sekaligus menunjukkan potensi pengembangan teknologi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor.

Keikutsertaan UMSU dalam forum tersebut dipimpin Ketua Pusat Kekayaan Intelektual UMSU, Faisal Riza, bersama Sekretaris Dedek Gultom. Keduanya mendampingi para inventor memperkenalkan produk inovasi sekaligus menjajaki peluang kemitraan.

Faisal Riza mengatakan, booth UMSU mendapat banyak kunjungan selama pameran berlangsung. Sejumlah pengunjung menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi yang ditampilkan dan terlibat dalam diskusi mengenai kemungkinan pengembangan serta pemanfaatannya.

“Alhamdulillah, booth UMSU mendapat banyak kunjungan selama pameran berlangsung. Kami juga melakukan berbagai diskusi mengenai peluang hilirisasi produk inovasi yang ditampilkan. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan hasil penelitian dosen UMSU sekaligus membuka peluang kerja sama pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Menurut Faisal, keikutsertaan dalam FBPI 2026 bukan sekadar memamerkan hasil invensi, tetapi juga mempertemukan inventor dengan pihak-pihak yang berpotensi mendukung pengembangan teknologi hingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Melalui Pusat Kekayaan Intelektual, UMSU terus mendorong agar paten yang dihasilkan dosen tidak berhenti pada perlindungan hukum, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan prototipe, kemitraan, hingga komersialisasi.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mengapresiasi partisipasi empat inventor tersebut. Menurutnya, forum bisnis paten menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi dosen agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami terus mendorong para dosen UMSU untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan inovasi, teknologi, dan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta dunia industri. Hasil riset harus memiliki dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi,” kata Akrim.

Ia menegaskan, hilirisasi riset menjadi salah satu prioritas pengembangan UMSU. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, universitas akan terus memperkuat dukungan kepada para peneliti, mulai dari pengembangan inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga membangun kemitraan dengan dunia usaha dan industri.

“Kami ingin semakin banyak hasil penelitian dosen UMSU yang memperoleh perlindungan paten, dikembangkan menjadi produk unggulan, dan memiliki peluang komersialisasi,” tambahnya.

Akrim berharap, keikutsertaan UMSU dalam FBPI 2026 dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama pengembangan teknologi dan pemanfaatan produk inovasi. Sebab, keberhasilan riset tidak semata-mata diukur dari jumlah penelitian maupun paten yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya dapat digunakan untuk menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Dari sisi kontribusi pembangunan berkelanjutan, inovasi pertanian yang dibawa UMSU berkaitan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, terutama dalam mendukung produktivitas dan ketahanan pangan.

Sementara itu, inovasi kelistrikan dan rekayasa energi memiliki keterkaitan dengan SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Pengembangan paten dan teknologi inovatif juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Partisipasi dalam FBPI 2026 menjadi bagian dari langkah UMSU memperkuat ekosistem riset dan inovasi, sekaligus mendorong hasil penelitian dosen agar tidak berhenti di laboratorium atau dokumen paten, tetapi berkembang menjadi teknologi dan produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lapas Kelas I Medan Bekali WBP dengan Kemampuan Baca Tulis

4 Nov 2026 - 10:47 WIB

Lapas Kelas I Medan Bekali WBP dengan Kemampuan Baca Tulis

Karateka UMSU Dominasi KL Mayor’s Cup 2026, Raih 8 Gelar Juara Pertama

4 Nov 2026 - 10:03 WIB

Karateka UMSU Dominasi KL Mayor’s Cup 2026, Raih 8 Gelar Juara Pertama

LKBH FH USU Kaji Kedudukan Justice Collaborator dan Saksi Mahkota di Era KUHAP Baru

3 Nov 2026 - 14:11 WIB

LKBH FH USU Kaji Kedudukan Justice Collaborator dan Saksi Mahkota di Era KUHAP Baru

Muktamar ke-49 Digelar di Sumut, PP Muhammadiyah Puji Dukungan Gubernur Bobby Nasution

3 Nov 2026 - 13:17 WIB

Muktamar ke-49 Digelar di Sumut, PP Muhammadiyah Puji Dukungan Gubernur Bobby Nasution

Pegawai Lapas Kelas Medan Ditangkap Satres Narkoba, Kanwil Ditjenpas Sumut Dukung Proses Hukum

2 Nov 2026 - 19:21 WIB

Pegawai Lapas Kelas Medan Ditangkap Satres Narkoba, Kanwil Ditjenpas Sumut Dukung Proses Hukum
Sedang Hot Berita